Kita Pernah Salah Rasa

Kita Pernah Salah Rasa

  • WpView
    Reads 291
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 23, 2026
Tidak semua perasaan datang di waktu yang tepat. Azlya terbiasa terlihat kuat. Ia tahu bagaimana berdiri tegak, bahkan saat dunia di sekitarnya perlahan runtuh. Namun ada satu hal yang tidak pernah ia pelajari- bagaimana menghadapi perasaan yang tumbuh tanpa izin. Gesandra adalah tempat pulang yang paling ia kenal. Terlalu dekat untuk diabaikan. Terlalu berharga untuk dirusak. Tapi bagaimana jika kedekatan itu... hanya berarti bagi satu orang? Di antara tawa, kebiasaan sederhana, dan malam-malam yang terasa hangat, ada sesuatu yang perlahan berubah- tanpa disadari, tanpa dibicarakan. Sementara itu, kehidupan terus berjalan. Orang baru hadir. Masa lalu belum sepenuhnya pergi. Dan pilihan... mulai menuntut jawaban. Ini bukan hanya tentang cinta. Ini tentang keberanian untuk mengakui perasaan- atau memilih diam, demi mempertahankan apa yang sudah ada. Karena tidak semua rasa harus dimiliki. Dan tidak semua cerita... ditakdirkan untuk selesai dengan bahagia.
All Rights Reserved
#908
gracia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines