Si Pemeran Pinggiran

Si Pemeran Pinggiran

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Feb 15, 2026
Bagaimana jika kamu bangun, bukan lagi sebagai dirimu? Melainkan sebagai tokoh figuran yang bahkan tidak punya dialog penting dalam novel favoritmu sendiri? Itulah yang terjadi padaku. Aku tidak bereinkarnasi sebagai tokoh utama yang kuat. Bukan juga sebagai villain cantik penuh ambisi. Aku hanya pemeran pinggiran. Karakter yang di novel aslinya bahkan mati sebelum bab ke-20. Rencanaku sederhana. Tidak mengganggu alur cerita. Tidak menarik perhatian siapa pun. Dan yang terpenting adalah cara bertahan hidup. Tapi semuanya berubah ketika pria yang seharusnya mencintai sang tokoh utama... Justru mulai memperhatikanku. Dia adalah Putra Mahkota yang dingin, sempurna, dan tak tersentuh. Pria yang dalam cerita aslinya hanya punya mata untuk sang heroine. Namun kini... tatapannya selalu mengarah padaku. Aku hanya ingin jadi figuran. Tapi kenapa takdir malah menjadikanku pusat cerita? Kalau alurnya berubah... Apakah akhir ceritanya juga akan berubah? Dan pertanyaannya satu, Apakah aku siap dicintai oleh pria yang seharusnya bukan milikku?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Duke'S Red String
  • A Family of Villains
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  •   My Switched Daughter END
  • GALEN PRADIPTA
  • 𝐎𝐍𝐄 𝐒𝐇𝐎O𝐓🔞 •VKOOK
  • Sin of The Villainess
  • New life, New problems [END]
  • Shaenette: Skenario Kedua
  • Just let me live, Duke!

Leya menghabiskan hidupnya melihat benang merah milik orang lain, tanpa pernah melihat miliknya sendiri. Hingga maut datang menjemput. Di bawah reruntuhan perpustakaan yang lumat oleh gempa, jari kelingking Leya tiba-tiba menyala. Di detik-detik terakhir napasnya, ia melihat benang itu terhubung pada seorang pemuda dengan wajah bersimbah darah. Namun, sebelum ia sempat meraihnya, kegelapan merenggut segalanya. Maut seharusnya menjadi akhir, tapi Leya justru terbangun sebagai anak rahasia di kediaman seorang bangsawan yang dingin di dunia yang asing. Dan ujung benang merah itu kini bertaut pada sosok yang paling seharusnya ia hindari. Sosok yang bisa menghancurkan hidup barunya dalam sekejap. Jika benang merah takdir konon tak pernah salah, lalu mengapa Leya merasa takdir sedang berusaha membunuhnya untuk kedua kali? ©April, 2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines