Back Home

Back Home

  • WpView
    LECTURAS 58
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 10
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, jul 9, 2026
"Rumahku, Surgaku." Begitu kata orang. Huft. Buat Gemi, rumahnya sudah seperti neraka: PANAS! Gemi, cewek 19 tahun, ingin sekali kos. Dia tidak tahan mendengarkan pertengkaran Mama dan Papa. Dia yakin, dengan menjauh dia akan hidup tenang. Apakah benar?
Todos los derechos reservados
#4
19
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Auto Save!
  • Desa Jragat [End] [Revisi]
  • Nada Kehidupan Seorang Agam[COMPLETE]
  • Dinginmu, Canduku
  • Lysander Lowell De Villiers
  • ELION (bl)
  • Your Auntie
  • 𝐓𝐞𝐦𝐞𝐧?
  • "Liburan" Bonus Suami
  • MOMMY || Hyeonkeon

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido