Sion dan yushi udah satu kelas dari kelas 10.
Tempat duduk mereka gak pernah berubah.
sebelah sebelahan karena urutan absen.
Awalnya biasa aja.
Yushi kalem, rajin, rangking atas, sering fokus sendiri.
Sion anak basket, rangking atas, gak banyak ngomong.
mereka lagi belajar khusus karena seminggu lagi akan ada Olimpiade Internasional cabang OSN.
Yushi menatap soal di depannya..
"Sion, yang ini gimana? Gue nggak ngerti..."
Sion menoleh sebentar, mata fokus.
"Rangking dua kok nggak tau?"
Yushi nyengir, sedikit defensif.
"Gak semua rangking dua itu serba bisa, gue masih belajar tau."
Sion menatap Yushi sebentar, dalam hati:
Lo lucu banget, Yushi... gemes banget sih.
"Haha, maaf deh," kata Sion,
lalu mulai menjelaskan soal itu dengan sabar.
Sion mengangkat alis, setengah serius.
"Lo bisa ngerjain ini?"
Yushi tersenyum nakal, "Bisa, emang kenapa?"
Sion :
"lo bisa jelasin gak, yang ini, gue gak ngerti soalnya"
Yushi ketawa pelan, tersenyum nakal.
"tuhkan ,lo gak bisa,makanya jangan remehin gue"
Sion cuma senyum tipis, menahan gemas.
"iya deh, maap"
Yushi kemudian menjelaskan rumus itu dengan sabar.
Beberapa teman kelas melihat mereka dari jauh, berbisik.
"Kenapa ya, tiap tahun yang rangking satu dan dua selalu mereka? Dan duduknya deketan lagi... susah banget dikalahin."
Setelah selesai belajar, Yushi menarik napas panjang.
"Thanks ya, Sion."
Sion senyum tipis dari samping.
"Yaudah, jangan terlalu panik juga. Lo bisa kok. Tinggal latihan dikit lagi."
Yushi senyum malu-malu, matanya berbinar sedikit.
Duh, gemes banget kalo Sion gitu...
Hari itu berakhir dengan suasana kelas yang tenang tapi hangat. Dua rangking teratas duduk bersebelahan, diam-diam mulai saling memperhatikan satu sama lain... dan teman-teman masih penasaran, "Kok bisa ya mereka selalu rangking satu-dua?
All Rights Reserved