Snow tidak menyangka akan bertemu tanpa sengaja dengan Rai Caspian, penulis favoritnya, di kafe tempatnya bekerja. Pertemuan sederhana antara penulis dan penggemar itu perlahan berubah menjadi hubungan yang lebih dalam. Membuatnya berpikir, akan mengalami kisah cinta seperti manusia biasa. Akan tetapi, semakin sempurna manusia terlihat, semakin banyak yang ia sembunyikan. Snow baru menyadari, kalimat itu bukan sekedar bualan. Rai Caspian bukanlah sosok yang selama ini ia kenal lewat halaman-halaman bukunya, atau postingan di media sosial. Di balik senyum yang selalu bersinar, ada wajah asli yang disembunyikan. Fakta demi fakta terungkap, membuat Snow menyadari bahwa pengertian cinta bagi Rai bukanlah hal yang normal. "Snow yang pengecut... panggilan itu sangat cocok untuk dirimu, kekasihku." Bagi Rai, cinta bukanlah rasa yang manis. Melainkan rasa pahit yang disembunyikan rapat-rapat di balik penampilan yang manis.
More details