We Sat in The Same Classroom, Js Not at The Same Time

We Sat in The Same Classroom, Js Not at The Same Time

  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 20, 2026
Awalnya hanya kebiasaan kecil yang tak berarti. Balasan singkat di notes Instagram. Candaan ringan saat Sabia mulai memasang musik pada notes Instagram. Sabia tidak pernah benar-benar berniat jatuh. Dan Malion tidak pernah terlihat seperti seseorang yang akan menetap. Kami sekelas. Duduk beberapa bangku terpisah, tapi entah kenapa percakapan kami terasa lebih dekat dari jarak itu. Dari tugas, lalu cerita keluarga, lalu hal-hal yang biasanya hanya dibagikan pada orang yang dipercaya. Sampai suatu hari, notifikasi dari Sabia muncul di layar ponsel Malion. Dan sejak saat itu, semuanya berubah. Tiba tiba berdatangkan ombak dengan seluruh badainya. Rumor spreads faster than feelings. Mulai dari situ, penilaian orang seringkali datang sebelum penjelasan. Mereka bilang Malion red flag. Mereka bilang Sabia terlalu naif. Mereka bilang ini tidak akan berakhir baik. Dan di tengah semua itu, pertemanan mulai retak. "Aku cuma nggak mau kamu terluka." Serayu berkata pelan, kali ini bukan marah-hanya lelah. "Kamu nggak tahu semuanya," Sabia menjawab, berusaha tetap tenang. "Yang aku tahu, kamu berubah sejak dekat sama dia." Sabia terdiam. Karena mungkin, sedikit banyak, itu benar. Hubungan itu bukan hanya tentang dua remaja yang saling suka. Ada orang tua yang belum mengizinkan. Ada teman-teman yang merasa ditinggalkan. Ada ego, ada gengsi, ada ketakutan kehilangan. Malion dan Sabia mencoba empat kali. Four different chances. Four different endings. Dan setiap kali kembali, mereka semakin sadar. Maybe love isn't the problem. Maybe timing is. Sekarang mereka masih berbicara. Masih saling tahu kabar. Masih ada rasa, hanya saja tidak lagi dipaksakan. Karena menjadi dewasa kadang berarti mengakui, bahwa tidak semua cinta harus dimiliki sekarang. Beberapa hanya perlu terjaga, sampai waktunya benar-benar tepat.
All Rights Reserved
#204
putus
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Salah Status
  • Nala dan Mas Juragan
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Kembang Desa
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula

KALAU KARYA INI MUNCUL DI TEMPAT LAIN DENGAN NAMA BERBEDA, ITU BUKAN KEBETULAN, TAPI PLAGIAT. SEGERA LAPORKAN KE AUTHOR! "Mas, bisa ga mobilnya jangan parkir depan fakultas saya? Malu dilihatin orang!" "Lho, kenapa? Mas kan cuma mau jemput calon istri... eh, calon wisudawan." "Mas Bhima!!" "Iya, Sayang? Eh, keceplosan. Latihan dulu biar terbiasa, Dek." "Dinda nanyain lho, kapan kamu main ke rumah lagi." "Ogah. Males ketemu mantan. Canggung." "Kan ke sananya bukan sebagai mantan Dinda, Dek." "Terus sebagai apa?!" "Sebagai kakak iparnya Dinda. Sekalian Mas mau ngenalin kamu ke Mama Papa sebagai the next mantu. Pakai baju yang rapi ya." "Udah gila lama lama nih orang." Nala cuma mau lulus kuliah dengan tenang. Tapi sejak datang ke nikahan mantan SMA-nya, hidupnya malah diteror oleh Bhima, kakak kandung sang mantan, yang punya misi gila: Mengubah status 'Mantan Adik Ipar' jadi 'Pasangan Hidup'. Skripsi aja belum kelar, kok udah disuruh revisi status hubungan?! [Rank #2 - di #bxb 07/02/26] [Rank #10 - di #bllokal 10/02/26] [Rank #22 - di #boyxboy 12/02/26] [Rank #1 - di #manxman 19/02/26] Publish pertama kali pada Februari 2026.

More details
WpActionLinkContent Guidelines