DIAM YANG MENGIKAT

DIAM YANG MENGIKAT

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 16, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Di usia delapan belas tahun, mereka belajar bahwa cinta tidak selalu tentang pengakuan-kadang tentang siapa yang lebih dulu menurunkan ego. Dia, ketua organisasi sekolah yang dikenal dingin, disiplin, dan tak tersentuh. Tatapannya tajam, sikapnya penuh kendali, seolah tak ada yang mampu menggoyahkan dirinya. Dia, siswi berprestasi yang tak pernah mau tunduk. Berani, cerdas, dan terlalu gengsi untuk mengakui bahwa hatinya belum sepenuhnya sembuh. Mereka pernah sedekat itu- lalu berhenti berbicara tanpa benar-benar berpisah. Kini takdir mempertemukan mereka kembali dalam satu ruang, satu tanggung jawab, dan satu perasaan yang tak pernah selesai. Tak ada teriakan. Tak ada pengakuan. Hanya diam yang perlahan mengikat keduanya lebih kuat dari sebelumnya. Namun ketika ambisi, tekanan keluarga, dan harga diri ikut campur, apakah cinta mereka cukup dewasa untuk bertahan- atau justru kembali hancur oleh ego yang sama?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines