I remember Laleh

I remember Laleh

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 16, 2026
PROLOG Namaku Ali Akbar. Suatu hari, di kebun belakang rumah, ibu mengajakku menggali tanah di ujung dekat pohon Randu. Dari sana ia mengeluarkan sebuah kotak besi berkarat. Ia menyerahkannya padaku sambil berbisik: "Ini Rozar s'Macco, sayang. Sudah saatnya kau mengenalnya. Seiring waktu, kau akan tahu kegunaannya." Di sinilah Rozar s'Macco berdiri. Sebuah alat yang mampu melampaui itu semua-menyentuh yang sudah tercetak, juga yang belum. Dengan itu aku berjalan, bukan sebagai Tuhan, tapi sebagai pewaris rahasia yang menolak dituhankan. Bahkan ibuku pun tak sepenuhnya tahu hakikat alat ini. Ia belum pernah mencobanya, setidaknya itu yang Ibuku katakan, atau mungkin justru ia penciptanya. Seperti alkemi yang mengubah logam hina menjadi emas, ibuku mengubah darah menjadi tinta-dan dari tinta itu lahirlah Rozar s'Macco. Bagaimana cara kerjanya? Tak seorang pun tahu. Tetapi sejak saat itu, cerita pun mengalir, menjeratku dalam pusaran takdir, paradoks, dan ingatan yang patah-patah. Merkabaland menyimpan banyak manusia: Zelikha, Qureishi, Musa, Ali Akbar, dan Laleh. Ada pula nama-nama yang melintas sekejap-Ahimsa, Hafsah-sekadar mengucap salam. Namun kisah ini terutama tentang Laleh. Aku, Ali Akbar, akan menceritakannya-terpecah-pecah, dalam memori ibuku, dalam catatan yang ditulis ulang oleh Rozar. Perjalanan ini membawaku mengelilingi waktu, terguncang oleh gempa takdir, terjerat dalam grandfather paradox yang retak di bawah genggaman logika. Apa yang kutemukan? Sesuatu yang luar biasa, sebab Laleh tetap hidup dalam ingatan, meski sejarah berulang kali mencoba menyingkirkannya. Merkabaland, di sebuah waktu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • Shadow in the Lab
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • Putri Mafia Yang Diremehkan
  • Defiant [END]
  • Hello, Mr. Mafia!
  • Fraktal Rahasia
  • SHEA SANG FIGURAN
  • SEÑOR V [END]
  • The Antagonist [ Open PO ]

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines