We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Gentle Forest - Hutan Yang Lembut

Gentle Forest - Hutan Yang Lembut

  • WpView
    Reads 578
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 20, 2026
WpInfo
Fiction
LGBTQIA+
Gay
Sinopsis: Seowon, terlahir dengan paru-paru yang rapuh, memilih meninggalkan kota, mencari rumah di hutan bersama ayahnya. Suatu musim panas, ketenangan kehidupan terpencil mereka terganggu sebentar ketika Tuan Johnson, teman ayah Seowon, dan putranya Aiden datang berkunjung. Saat sang ayah memulai liburan hiking, Seowon dan Aiden mendapati diri mereka sendirian di hutan yang sunyi. Seowon dengan mudah membuka hatinya kepada Aiden, yang benar-benar peduli padanya seperti ayahnya. Namun, ikatan mereka berubah secara tak terduga karena kasih sayang Aiden melampaui batas persahabatan. Meskipun awalnya Seowon merasa malu, dia mendapati dirinya tidak dapat menolak. Ketika dia pertama kali menyadari 'temannya' yang merupakan 'laki-laki' dia tidak merasakan rasa jijik apapun meskipun dia memeluk dan menciumnya. Akhirnya, mereka mendapati diri mereka melewati batas yang tidak seharusnya dilewati selama musim panas yang terik itu. Tanpa diduga, sebuah masalah muncul saat mereka bersama, yang diperparah dengan kembalinya Aiden ke Amerika Serikat, yang membuat jarak antara mereka menjadi 12 jam. Ironisnya, 'masalah' ini justru mempercepat reuni keduanya.
All Rights Reserved
#210
obsessivelove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Auto Save!
  • The Pinky Boy
  • Trouble Maker[END]
  • Tresna Kang Tinatih Ing Alas Jati
  • ELION (bl)
  • Lysander Lowell De Villiers
  • "Liburan" Bonus Suami
  • PROYEK SATU TAHUN
  • After the Fall
  • Target Si Supir [END]

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

More details
WpActionLinkContent Guidelines