Sementara Di Bahumu

Sementara Di Bahumu

  • WpView
    Lecturas 79
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, may 25, 2026
WpInfo
Ficción
Romance
Colegio y Universidad
Friends to Lovers
Slice of Life
Hiraya terbiasa kuat Bukan karena ingin, tapi karena harus. Ia tahu bagaimana rasanya dipeluk tanpa benar-benar merasa aman. Ia tahu bagaimana rasanya memiliki rumah tanpa merasa pulang. Rumahnya bukan tempat penuh luka, hanya saja bukan tempat yang membuatnya ingin pulang. Lalu, ia bertemu Sagara. Namanya saja sudah seperti laut. Tenang, luas, dan tidak pernah memaksa. Ia tidak menawarkan pelarian, ia hanya hadir dengan lapang juga kedalaman yang tak terukur Dan ini, bukan kisah dua orang yang saling menyelamatkan. Ini tentang bertumbuh, tentang jarak dan tentang cinta yang tidak selalu berarti tinggal, tapi menyembuhkan. Karena hidup, tidak selalu berakhir dengan sederhana.
Todos los derechos reservados
#271
bittersweet
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula
  • Salah Status [END]
  • Kembang Desa

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido