Asa Raga

Asa Raga

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 16, 2026
"Asa Raga" berisi mengenai rasa yang muncul dalam kehidupan si penulis yang dirangkai dengan sedemikian rupa menjadi kata yang puitis. dimana rasa dari setiap langkah kehidupan tidak selalu identik dengan sesuatu yang baik dan manis. justru pahitnya arus kehidupan bisa menjadi awal dari sebuah perjalanan yang akan membawa kita menuju titik pada sebuah impian. dalam sajak-sajak kata ini juga tersurat tentang hati yang reposisi, tentang rindu yang tak beraturan, dan kisah yang hilang berurutan. jadi tulisan ini dipersembahkan bagi mereka yang pernah mengalami pahit dan manisnya misteri kehidupan dan bagaimana semua hal itu menjadi pelajaran untuk membantu kita menjadi lebih baik dari versi diri kita sebelumnya. ( ISI TULISAN INI FULL PUISI BUKAN NOVEL !!! )
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 365 HARI BERCINTA DENGAN PUISI
  • Semua Memukul (✅)
  • Pikul Pilu Pada Pulangmu
  • Unexpected Married  (YUSION/SIYU  GS)
  • My SIN (GXG iam Lesbian)
  • My Wish
  • အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete)
  • Rembulan Yang Sirna
  • kumpulan cerpen kookmin/Jikook (book 2)
  • poem

Aku tidak menulis ini untuk semua orang. Hanya untuk kamu- yang pernah merasa hilang, tapi bahkan tidak tahu ke mana harus pulang. 365 hari. 365 puisi. Tanpa jeda. Awalnya, ini hanya tentang menulis... lalu selesai. Tapi semakin jauh, aku mulai sadar- seperti ada sesuatu yang ikut menulis bersamaku. Sesuatu yang lebih jujur tentang luka daripada yang berani kita akui. Kalau kamu pernah: • tersenyum, tapi kosong • dikelilingi banyak orang, tapi tetap sendiri • atau hidup... tanpa benar-benar merasa hidup hati-hati. Buku ini bisa terasa terlalu dekat. Di dalamnya ada: luka yang tak sempat diberi nama, rindu yang kehilangan alamat, dan doa-doa yang hanya berani hidup dalam diam. Ini bukan sekadar tulisan. Ini jejak. Atau mungkin... pengakuan. Beberapa orang bilang, ada bagian yang terasa seperti ditulis khusus untuk mereka. Kebetulan? Atau... kamu yang memang sedang dipanggil? Mulai dari hari pertama. Kalau tidak ada yang kamu rasakan, kamu bebas pergi. Tapi kalau kamu memilih untuk tetap tinggal- bersiaplah. Karena mungkin, yang perlahan berubah bukan kata-katanya... melainkan kamu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines