[COMPLETED] "Tapi jawaban Mas tadi..." Nanon menatap Ohm dengan mata berbinar lembut. "Keren banget. Mas beneran jadiin aku 'rem'?" Ohm terkekeh, mencubit hidung Nanon. "Iya. Rem yang paling mahal dan rewel sedunia. Tapi paling pakem." "Ih, gombal!" Nanon memukul dada Ohm pelan. Ohm menangkap tangan Nanon, lalu mencium punggung tangan itu sekilas. "Besok pagi saya jemput. Jangan telat. Papa kamu nyuruh saya kurung kamu di bengkel, kan? Siap-siap aja, besok jadwal cuci gudang total." "Yah... kirain bakal diajak kencan," keluh Nanon.
More details