We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Nada yang Tidak Pernah Tinggal

Nada yang Tidak Pernah Tinggal

  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 17, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Bagi Raina Kirana Adiswara, ruang latihan biola adalah satu-satunya tempat ia boleh bernapas tanpa berpura-pura kuat. Di sanalah Moreo Arya Wiratama datang-lelaki yang hidup dalam tuntutan kesempurnaan, dan memilih diam untuk mendengarkan. Biola Raina berbicara tentang luka, piano Moreo menjawab tanpa janji. Mereka tidak saling menyelamatkan, hanya menemani, dan pelan-pelan belajar menjadi rumah satu sama lain. Namun jika suatu hari satu nada berhenti lebih dulu- apakah yang ditinggalkan masih sanggup memainkan melodi yang sama, atau menemukan bahwa beberapa nada sebenarnya hanya menunggu untuk pulang? ••• #Aryamohan #Raisamarie #Chocoupshie #NadayangTidakPernahTinggal #NYTPT
All Rights Reserved
#324
aryamohan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines