Dear Solar ('Brothers?!' side story)

Dear Solar ('Brothers?!' side story)

  • WpView
    Lecturas 1,057
  • WpVote
    Votos 148
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, mar 11, 2026
WpInfo
Fanfic
Berlatar satu tahun sebelum tragedi di Sunnova Station, saat musuh terbesar Solar bukanlah perang, melainkan kesepian dan kekuatannya sendiri. Ia si bungsu di rumah yang selalu ramai, namun terasa sunyi. Sejak kepergian Bunda, tak ada lagi yang benar-benar memperhatikannya, karena semua telah punya dunianya sendiri. Di tengah konflik yang menghantam batinnya tanpa jeda, Solar berjuang menjaga kewarasannya. Kekuatan yang seharusnya menjadi anugerah perlahan berubah menjadi beban yang mencekiknya tanpa ampun. Setiap langkah yang ia ambil terasa seperti berjalan di tepi jurang dan ia bisa jatuh kapan saja. "Apa aku memang terlahir hanya untuk dibenci? Apa aku memang diciptakan untuk menjadi senjata pemusnah?" Sebuah side story spesial untuk "Brothers?!". (Beberapa part yang tidak terungkap di "Brothres" ada di sini) Hanya berisi beberapa bab saja. Tentang bagaimana Solar berjuang melewati semuanya seorang diri. Baca Brothers dulu boleh, ini juga boleh. Bisa di baca terpisah juga. Hope you enjoy 2026 Nona Ocean
Todos los derechos reservados
#204
boboiboyfanfic
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • JEEVANA
  • NIGHT NOISES || 🌴🦌 [END]
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • Given || Ju Jihoon
  • Second
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine [✓]
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • I Want to Live [END]
  • The King & The Doctor ✓
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido