Author's Note: Tulisan saya BUKAN inspirasi. Jadi TIDAK perlu dimodifikasi apalagi diduplikasi!
[Musim kedua dari The Smell of Carnation]
Bisa dibaca terpisah, namun tetap disarankan untuk membaca cerita musim pertama.
Dulu, Anyelir hanya meninggalkan aroma.
Aroma itu milik Alana-tentang cinta yang bertahan, tentang keberanian, tentang keteguhan untuk tidak tunduk kepada siapapun. Jilisha dan Haidar pernah hidup di dalam bayangan wangi itu, belajar tentang rasa, tentang luka, dan tentang arti memilih.
Kini, giliran bunga itu mekar di tangan yang berbeda.
Jilisha telah berdamai dengan masa lalunya-dengan luka yang pernah membuatnya salah paham tentang arti cinta yang sesungguhnya. Ia sempat takut jika di masa depan, anak-anaknya harus mengulang hal yang tak pernah ia minta. Tapi bersama Haidar, Jilisha belajar bahwa rumah tidak selalu berarti darah, dan cinta tidak selalu berarti luka.
Ia percaya pada Haidar. Percaya pada cinta yang tidak setengah-setengah. Ia bahkan percaya bahwa suatu hari, ia akan menjadi ibu-tanpa menuntut waktu atau terburu-buru.
Namun ketika satu insiden kecil terjadi, lalu bulan-bulan berlalu tanpa kabar yang ia pikir dapat diperoleh dengan mudah ternyata tak kunjung datang, Jilisha mulai mempertanyakan tubuhnya, takdirnya, bahkan dirinya sendiri.
Apakah menunggu berarti ada yang salah?
Di musim ketika segala sesuatu seharusnya mekar, Jilisha belajar bahwa pertumbuhan tidak selalu terlihat dari luar.
Anyelir itu pada akhirnya tidak pernah gagal mekar. Ia hanya memilih waktunya sendiri, karena tidak semua bunga tumbuh dalam musim yang sama, dan tidak semua penantian berarti kehilangan.
Ketika dua insan di pertemukan kembali di waktu yang tepat.
Ini bukan tentang seberapa lama kamu mengenalnya, tapi ini tentang takdir yang kembali mempertemukan mereka dengan versi terbaik masing-masing, dan garis tangan sang pencipta.
Maniska kembali setelah 7 setengah tahun bekerja di jepang, kembali ke kampung halamannya dan kembali bertemu dengan mantan kekasihnya, yang kini menjadi tetangga depan rumah nya.
Bagi Maniska, Shaka hanyalah sekelebat masalalu di hidup nya, dan tak akan pernah menjadi masa depan nya.
Andhika berhasil mengubur rasa cinta nya selama 10 tahun, namum rasa itu kembali tumbuh begitu sang pujaan hati datang mengisi cerita kehidupannya lagi seperti dulu.
Sebuah kisah romansa yang berlatar belakang kehidupan kampung, yang di kemas dalam sebuah judul:
-Sinarengan-
Bersama, Berdampingan.
•••
Update seminggu 2 kali.