SEQUEL OF "FATED ENCOUNTER"
---
Di dunia ABO yang keras dan penuh hierarki, takdir sering kali menertawakan mereka yang terlahir istimewa.
Wang Zhen adalah seorang Alpha wanita-kuat, dingin, dan terbiasa hidup dengan luka. Sejak kecil ia diperlakukan sebagai budak rendahan di wilayah perbatasan Kerajaan Liang. Tangannya lebih akrab dengan rantai daripada sutra istana, dan namanya tak pernah tercatat dalam silsilah bangsawan. Ia tumbuh dengan satu keyakinan: hidupnya memang ditakdirkan untuk diinjak.
Namun kebenaran yang tersembunyi jauh lebih kelam dan lebih berbahaya.
Wang Zhen sebenarnya adalah darah daging seorang jenderal besar Kerajaan Liang. Saat masih bayi, ia diculik dalam intrik politik, dibuang agar mati, lalu "diselamatkan" oleh orang-orang yang menjadikannya budak. Identitasnya terkubur bersama masa kecil yang tak pernah ia ingat-menunggu waktu untuk bangkit dan menuntut harga dari pengkhianatan.
Takdir kembali mempermainkannya ketika ia bertemu Lu Shuying, putri bungsu Kerajaan Lu-seorang Omega lembut yang dibesarkan dalam tembok istana, jauh dari kegelapan dunia luar. Pertemuan mereka seharusnya mustahil: budak hina dan putri kerajaan. Tapi aroma takdir dalam dunia ABO tak mengenal batas kasta. Dari tatapan pertama, ikatan terlarang itu mulai tumbuh-pelan, rapuh, namun tak terbendung.
Di tengah aroma feromon, pedang, pengkhianatan, dan mahkota, kisah ini mengisahkan:
apakah cinta bisa bertahan di dunia yang sejak awal menolak keberadaannya?
Dan jika takdir menuntut darah, akankah Wang Zhen memilih takhta-atau Lu Shuying?
---
Apa jadinya jika Dew Jirawat seorang ketua geng motor sekaligus kapten basket yang paling ditakuti seantero sekolah tiba-tiba terbangun dikamar hotel bersama seorang siswa culun?
Siswa culun itu adalah Tee, tidak ada yang spesial, hanya anak kutu buku dengan kaca mata dan tentu saja buku-buku kesayangannya itu.
"Gue mint-"
"Aku gak akan bilang siapa-siapa kok," potong Tee.
"Gu-"
"Aku permisi dulu,"
Tee pergi begitu saja setelah selesai memakai pakaiannya kembali, membuat Dew kebingungan.
...
"Lo hamil? Lo hamil anak gua?" Tanya Dew menggenggam erat pergelangan tangan Tee Agara cowok itu tidak kabur.
"L-lepas... Sakit,"
"Jawab dulu," kata Dew.
Tee tidak berani menatap Dew, dia hanya bisa menunduk sambil berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Dew.