Namaku Arunika Senja.
Bertahun-tahun aku menjalani hubungan dengan Langit Arvandera
tenang, stabil, dan terlihat baik-baik saja.
Dia setia. Bertanggung jawab.
Sampai suatu hari, rasanya berubah.
Bukan hilang, tapi... hambar.
Aku masih mencintainya.
Hanya saja, rasa itu tidak lagi tumbuh.
Saat aku berharap Langit menyadari jarak yang perlahan muncul, jawabannya sederhana.
Katanya "namanya juga hubungan bertahun-tahun, pasti terasa seperti itu"
Lalu ia menyuruhku mencari kesibukan.
Baginya, itu solusi.
Namun bagiku, itu bukan jawaban.
Aku berkali-kali bertanya bagaimana caranya agar hubungan ini tidak terasa hambar.
Karena hubungan kami pun bukan tanpa badai-
ia pernah sangat dingin, tertutup, bahkan saat ia yang salah, aku yang meminta maaf.
Dan di masa kosong itu, aku benar-benar pergi.
Nongkrong bersama Senandika, Rey, Rio, Nara dan Lia
Bermain sampai lupa waktu.
Curhat tanpa takut dihakimi.
Namun seiring berjalannya waktu, Senandika Arshael temanku, sahabatku,
seseorang yang tidak menawarkan janji,
hanya telinga yang mau mendengar lebih tentangku sejauh diantara sahabat ku yang lain
Bukan untuk mencari pengganti.
Aku hanya ingin merasa hidup.
Namun semakin aku mencoba mengisi kosong itu, semakin aku sadar
kehilangan rasa ternyata lebih pelan,
lebih sunyi,
dan lebih menyakitkan daripada kehilangan orangnya.
Lalu pertanyaan itu datang...
Bersalahkah aku?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang