[Script Drama] Spring Of The Blade / Yi Ou Chun

[Script Drama] Spring Of The Blade / Yi Ou Chun

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 10, 2026
Script Drama / Naskah Drama Spring of The Blade (Yi Ouchun) Ini adalah versi terjemahan dari Script dramanya, BUKAN NOVEL. Jadi harap BIJAK untuk yang ingin membaca karena akan banyak SPOILER. Note : Versi drama akan banyak berubah dari novel. Dan script lengkap ini juga masih akan ada revisi saat editing, jadi jangan kaget kalo nanti drama tayang akan banyak adegan yang tidak muncul. Tokoh - Tokoh : Xu Kai sebagai Shen Run dan Yang Rui Zhou Ye sebagai Qing Yuan dan Yun Ya Nyonya Tua Xie : nenek keluarga Xie Xie Shu : kepala keluarga Xie atau bapaknya Qingyuan Nyonya Hu : Istri sah Xie Shu Bibi Mei : Istri kedua Xie Shu Bibi Lian : Istri ketiga Xie Shu Jin chungqing: Istri keempat Xie Shu Ibu Qingrong: Istri kelima Xie Shu (meninggal) Zhenglun : Anak pertama Xie Shu dari istri pertama atau Nyonya Hu Zhengjun : Anak kedua Xie Shu dari Bibi Mei Qinghe: Anak ketiga Xie Shu dari Bibi Lian Qingyuan : Anak keempat Xie Shu dari ibunya Qingyuan Qingru : Anak kelima Xie Shu dari istri pertama atau nyonya Hu Qingrong : Anak keenam Xie Shu dari ibunya Qingrong Shen Che : Adik Shen Run Dong Fachun : Pelayan Qingyuan Bao Xian : Pelayan Qingyuan Yue Jian : Pelayan Nyonya Hu Fan Zhong : Pelayan Shen Run Li Shaoqun : Ayah Li Chongxin
All Rights Reserved
#7
zhouye
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Villain Mother
  • Almost Married (END)
  • De Andere Weg (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • The Last Yes!
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • Chasing Sanara
  • Nala dan Mas Juragan

HAPPY READING ❤️‍🔥 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines