Tak Sengaja Jatuh Hati

Tak Sengaja Jatuh Hati

  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Sun, Apr 19, 2026
[DONT COPY TO MY STORY-!!!] HAPPY READING Dulu, ia mencintai dalam diam karena merasa tak pernah cukup. Waktu memisahkan mereka, sekaligus mengubahnya menjadi sosok yang tak lagi hidup dalam bayang-bayang rasa tidak setara. Ketika pertemuan kembali terjadi di waktu yang tak terduga, ia harus berhadapan bukan hanya dengan seseorang dari masa lalunya-tetapi juga dengan versi lama dirinya sendiri. Kadang, yang berubah bukan perasaannya. Melainkan cara ia memandang dirinya. Pernah merasa pantas untuk berharap. Tahun-tahun berlalu. Sebuah nama disebut. Sebuah tatapan bertemu. Dan dalam jeda yang sunyi, masa lalu yang tak pernah diucapkan akhirnya menemukan ruangnya. Bukan tentang siapa yang lebih tinggi atau lebih rendah. Bukan tentang siapa yang dulu berani atau diam. Melainkan tentang dua orang yang bertumbuh, lalu dipertemukan kembali- bukan sebagai versi lama mereka, melainkan sebagai diri yang telah selesai dengan keraguan masing-masing.
All Rights Reserved
#323
jawa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • De Andere Weg (END)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • The Villain Mother
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Almost Married (END)
  • The Last Yes!
  • Chasing Sanara

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines