29-28
  • WpView
    Reads 233
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 19, 2026
WpInfo
Fiction
Horror
Putra, seorang mahasiswa magang dengan kemampuan indigo, mengira tugasnya menjadi asisten pemandu tur untuk karyawisata SMAN Arwana kelas 12-A ke Bali hanyalah pekerjaan sampingan biasa. Namun, saat bus memasuki Desa Yeh Embang yang terletak di dekat Pura Rambut Siwi, kamera DSLR miliknya-yang dimodifikasi untuk menangkap frekuensi dunia lain-mulai menangkap sosok-sosok yang seharusnya tidak ada.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CENAYANG (XingQiu)
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 1
  • Sukma Lara [END]
  • TUMBAL PESANTREN
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 2
  • TAKDIR DIO HANIM {BL-MPREG}
  • UNIT KOSONG (TAMAT)
  • Hah!Dukun?

Di bawah gemerlap gedung pencakar langit Shanghai, hantu-hantu modern tidak lagi bersembunyi di sumur tua, mereka bersembunyi di dalam lift, kabel fiber optik, hingga di balik jam tangan mewah. Qiu Dingjie hanya ingin hidup tenang sebagai penjaga toko barang antik milik Li Peien yang eksentrik. Namun, tubuhnya adalah "magnet" bagi roh-sebuah wadah murni yang membuat para hantu rela mengantre demi bisa curhat atau sekadar menumpang lewat. Hidup Dingjie yang berantakan menjadi makin kacau saat Eliot Huang, CEO arogan dengan aura panas yang mampu membakar hantu, datang membawa sebuah kutukan keluarga yang mematikan. Eliot butuh Dingjie untuk bicara dengan leluhurnya, dan Dingjie butuh aura Eliot agar hantu-hantu berhenti menjadikannya bantal guling. Satu kontrak kerja sama terjalin: Eliot menjadi "pelindung fisik" Dingjie, dan Dingjie menjadi "mata" bagi Eliot. Namun, saat rahasia masa kecil yang terkubur mulai terungkap bersama bantuan detektif Jiang Ocean, mereka menyadari bahwa hantu paling menyeramkan bukanlah mereka yang sudah mati, melainkan rahasia yang masih hidup. "Berhenti menyentuhku, Tuan Huang! Aku hanya butuh energimu, bukan lamaranmu!" "Diamlah, Dingjie. Roh di belakangmu bilang kau suka kalau aku menggenggam tanganmu seperti ini."

More details
WpActionLinkContent Guidelines