Time Travel Amora

Time Travel Amora

  • WpView
    Reads 927
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 25, 2026
gemericik air terdengar, Amora menoleh ke arah pintu sekelebat bayangan hitam pun lewat jantung nya berdegup dengan kencang, ia belum pernah mengalami hal yang horor selasa hidup nya hingga sekarang. " brakkkk" jendela kamar Amora terbuka dengan keras angin dingin masuk mulai menusuk kulit Amora, Amora melangkah mendekat untuk menutup jendela kakinya yang tidak sengaja menginjak sebuah buku. ia menatap nanar buku yang berada di depanya, " perasaan udh gue buang nih buku" tanganya terulur untuk mengambil buku bersampul hitam tersebut. ia meletakan nya ri atas meja dan mulai menutup jendela kamarnya. ia tak ambil pusing dan mulai membaringkan tubuhnya di atas kasur. Amora mulai memejamkan matanya. bayangan hitam muncul kembali di dalam kamar mandi, seketika lampu kamar Amora pun mati, bayangan tersebut semakin mendekat. " selamat berpetualang baby" . . . wajib sadar diri ya guys ini lapak dewasa 🔞 yang belum cukup umur di skip dlu ya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Heyu : Second Gear
  • Skyline Marriage
  • 𝐇𝐈𝐒 𝐒𝐖𝐄𝐄𝐓𝐒𝐔𝐆𝐀𝐑
  • President's Wife
  • GUMI [Completed]
  • The Cold Ceo's Hidden Heir ( END )
  • El and Jerganio (End)
  • Kamu Hanya Milikku

Heyu hanyalah satu dari miliaran manusia yang lahir tanpa keberuntungan. Terlahir dari keluarga yang hancur tidak membuat mentalnya runtuh-justru di situlah otaknya belajar bergerak lebih cepat dari siapa pun. Saat orang lain menyalahkan nasib, Heyu mencari jalan keluar. Saat hidup menekannya, ia menekan balik. Ketika ia sudah mendapatkan semuanya. Tuhan kembali mempermainkannya. Tanpa peringatan, jiwanya dikirim ke tubuh orang lain. Tidak masuk akal? Memang. Tapi itulah yang terjadi. Kini Heyu harus memulai lagi dari nol. Bukan dari gigi satu- melainkan gigi dua. Karena ini bukan pertama kalinya ia jatuh. Dan di kesempatan kedua ini, ia tidak lagi belajar bertahan- ia sudah tahu cara melaju. SECOND GEAR.

More details
WpActionLinkContent Guidelines