Azzam Al-hafizh

Azzam Al-hafizh

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 18, 2026
Hai, para pencinta WP romance islami 🀍 Ini adalah cerita romance islami pertamaku. Semoga kalian menyukainya. ────────────── Aku tidak pernah percaya... bahwa suatu hari, hatiku akan jatuh- pada seseorang yang telah lama kukenal. Teman masa kecilku. Yang kini kembali... bukan lagi sebagai anak lelaki biasa, melainkan sebagai seorang santri dengan pesona yang tak mampu kuabaikan.
All Rights Reserved
#162
santri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Blueprint Pelarian Villain
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • Little Prince
  • Tsundere Maniak Susu
  • Change The Protagonis Fate (END)
  • De Andere Weg
  • PERIHELION
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • MY EX-RIVAL

Flora Severian terbangun sebagai Hazellette Ashcroft, istri Duke dalam novel fantasi sejarah. Figuran yang akan dihancurkan oleh tokoh utama wanita, Mantan kekasih Duke, anak pelayan yang ditakdirkan merebut segalanya, karakter badass yang membuat hubungan Hazellette dengan suaminya kandas. Flora mengerti satu hal begitu masuk ke novel, Jika dia bertahan dia akan dihancurkan, karena itu pilihan Flora hanya kabur... menghapus namanya dari cerita. Dalam novel ini, istri Duke tidak akan pernah diselamatkan. Hazelletta akan disingkirkan... lalu dilupakan. Dia harus membuat dunia percaya dia mati. Lalu tokoh utama akan mengambil alih segalanya dan cerita berjalan tanpanya. Asal bisa hidup tenang Hazel tidak peduli apapun. Tapi takdir tidak pernah benar-benar berteman dengannya. Karena anak yang dia tinggalkan bukan anak biasa. "Jika aku kembali suatu hari, apa dunia ini masih akan memberiku tempat?" -Hazellette Ashcroft- "Kuburkan petinya! Itu hanya peti kosong. Aku akan menemukannya kembali... apa pun bentuknya. Istriku terlalu cerdas untuk mati begitu saja." -Gillian L. Grandwood-

More details
WpActionLinkContent Guidelines