Not Quite a Matcha

Not Quite a Matcha

  • WpView
    Reads 181
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 1, 2026
Acha hanya ingin membaca novel yang sudah lama ia incar, sembari menikmati matcha dan dessert favoritnya di kafe DURJAN. Yang tidak ia rencanakan adalah berdebat dengan seorang pria di kafe itu, dan yang lebih tidak ia rencanakan adalah perdebatan itu mendadak viral di media sosial. Alih-alih meredam situasi dengan klarifikasi formal, pihak perusahaan justru mengambil langkah tidak terduga : mengundang Acha dalam proyek mereka. Bekerja bersama pria yang baru ia 'serang' di depan publik tentunya bukan ide ideal. Tetapi semakin lama, semakin banyak benang kusut yang belum terurai. Tentang luka, tentang masa lalu yang tidak pernah benar-benar selesai, dan tentang dua pria yang mencintai dengan cara yang berbeda. Di antara reputasi yang dipertaruhkan, kenyataan yang dipendam dan perasaan yang tidak lagi bisa diabaikan, Acha mulai menyadari satu hal: Tidak semua yang terasa seperti perdebatan hanyalah sekadar pertentangan. Kadang, itu dapat menjadi sesuatu yang jauh lebih rumit. Dan seperti matcha yang bertemu dengan durian, tidak semua kombinasi yang terdengar aneh... benar-benar tidak cocok. UPDATE SETIAP : RABU & SABTU
All Rights Reserved
#420
viral
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Salah Status
  • Stand by Me (END+LENGKAP)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines