"Kebebasan itu hanyalah sebuah ilusi jika kuncinya masih berada di tangan orang yang sama."
Dilla mengira kematian adalah akhir, namun takdir menariknya masuk ke dalam tubuh Kirana-seorang gadis kaya yang hidup dalam kemewahan, namun terjebak dalam dinamika keluarga yang mematikan.
Di sana, ia mewarisi sebuah "dosa" masa lalu terhadap Raka, adik tirinya yang hancur, rapuh, dan terobsesi secara berbahaya.
Dilla bukan Kirana yang asli. Ia tidak ingin menindas Raka, ia hanya ingin hidup tenang, mengejar cinta Naren yang tulus, dan lulus dari fakultas hukum. Namun, setiap kali Dilla mencoba melangkah keluar dari bayang-bayang rumah itu, ia menyadari satu hal: Raka tidak menginginkan kasih sayang. Ia menginginkan kepemilikan mutlak.
Melalui tangisan palsu, manipulasi psikologis yang rapi, hingga sabotase kehidupan sosial, Raka membangun jaring-jaring halus yang mengisolasi Dilla dari dunia luar.
Bagi orang lain, Raka adalah adik yang malang dan berbakti. Namun bagi Dilla, Raka adalah predator yang menunggu di balik pintu kamar, seorang pengintai yang napasnya bisa ia rasakan bahkan saat pria itu berada di balik jeruji rumah sakit jiwa.
Ketika rehabilitasi gagal memadamkan obsesi, dan saat cinta Naren justru menjadi pemicu ledakan kegilaan yang baru, Dilla harus memilih: Terus berlari dalam labirin yang tak berujung, atau menghadapi monster yang ia ciptakan sendiri sebelum "rantai" itu benar-benar mencekik napasnya untuk selamanya.
"Jangan takut pada kegelapan di luar sana, Kak. Takutlah pada aku, yang selalu ada di dalam rumahmu."
All Rights Reserved