DILEMA ETIKA

DILEMA ETIKA

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 28, 2026
Novel ini mengangkat kisah tentang dilema moral yang tidak pernah sesederhana hitam dan putih. Melalui sudut pandang seorang remaja yang menjadi saksi sebuah kecelakaan tragis, pembaca diajak memasuki ruang abu-abu antara kebenaran, tekanan sosial, dan konsekuensi pribadi. Ketika fakta mulai berubah, bukti menghilang, dan kepentingan berbicara lebih keras daripada nurani, satu pertanyaan menjadi pusat segalanya: apakah mengatakan kebenaran selalu menjadi pilihan yang benar? Dengan pendekatan realistis dan reflektif, novel ini tidak menawarkan jawaban pasti, melainkan mengajak pembaca untuk mempertanyakan kembali makna keadilan, integritas, dan keberanian dalam menghadapi sistem yang lebih besar dari diri sendiri. Di Antara Benar dan Salah adalah cerita tentang pilihan yang tak pernah bersih, tentang keberanian yang tak selalu menang, dan tentang harga yang harus dibayar ketika seseorang memutuskan untuk tidak diam.
All Rights Reserved
#324
novelfiksi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WORD THAT BURN
  • Ever After
  • chasing cold love
  • Ruang Kos Kamar 7
  • Drama di Pintu Kosan
  • MEREKA YANG DITANDAI
  • Memetik Bulan
  • THEORY OF LOVE [END] #Wattys2021
  • SENJA - BL

Pada musim semi yang berlumpur dan bau darah, Ivan Melnikov berdiri di sudut kafe tua dengan selembar pamflet yang masih hangat dari mesin cetak. Ia tahu polisi rahasia mengawasi, tapi saat Vera masuk ke ruangan, semua ketakutan mendadak tak relevan. Mereka bukan kekasih. Mereka bahkan tidak sepakat dalam banyak hal: Mereka memiliki pendapat dan pemikiran yang cenderung bertolak belakang. Vera percaya pada anarki yang terstruktur, sementara Ivan percaya sosialisme bisa menyelamatkan jiwa. Tapi mereka pulang ke tempat yang sama. Saling menyalakan rokok di tengah tumpukan naskah yang belum diedit. Saling mencium di lorong cetak saat peluru bersarang di luar jendela. Saling bertanya: "Kalau revolusi gagal, apa kamu masih akan mencintaiku?" Dan tak pernah menjawab. Ivan menulis artikel-artikel yang membuatnya buronan. Vera menyembunyikan salinan koran dalam jaketnya sambil menghadiri rapat-rapat di gudang tua. Mereka miskin, lapar, dan tak punya masa depan. Tapi mereka punya malam. Dan dalam malam-malam itu, mereka berbicara tentang langit. Tentang kota utopis yang tak akan pernah mereka lihat. Tentang kehidupan setelah kematian. Tentang apakah cinta masih bisa hidup kalau sistem berubah. Happy Reading Xoxo 💋

More details
WpActionLinkContent Guidelines