Di sebuah perusahaan komunikasi ternama, tempat di mana ide-ide besar lahir dan reputasi dijaga dengan presisi, perasaan bukanlah sesuatu yang masuk dalam rencana kerja.
Lee Jeno, 26 tahun, akhirnya berhasil menjejakkan kaki di Aurora Communications Group-perusahaan impiannya sejak masa kuliah. Ia datang bukan sebagai lulusan baru yang terburu-buru, melainkan seseorang yang sudah menunggu waktunya dengan sabar. Polos, tenang, dan tanpa banyak ambisi yang dipamerkan, Jeno hanya ingin belajar dan membuktikan dirinya.
Di hari pertamanya, ia dipertemukan dengan Choi Serin-senior dua tahun di atasnya yang ditunjuk sebagai mentor. Hangat, cerdas, dan profesional tanpa cela, Serin adalah tipe pemimpin yang menjaga jarak seperlunya. Di kantor, batas adalah hal yang tak pernah boleh kabur. Namun proyek demi proyek mempertemukan mereka dalam ruang diskusi yang terlalu lama, tatapan yang terlalu sadar, dan percakapan yang mulai terasa lebih dari sekadar arahan kerja.
Ketika sebuah proyek yang menyangkut reputasi perusahaan muncul-dan seseorang dari masa lalu Serin ikut terlibat tanpa diketahui siapa pun-hubungan profesional mereka perlahan diuji. Ambisi, tekanan, dan rahasia yang belum selesai membuat garis antara senior dan junior semakin samar. Di antara target dan deadline, apakah mungkin dua orang yang terbiasa menjaga batas justru menemukan perasaan yang tumbuh paling pelan?
All Rights Reserved