"Aku pikir jatuh cinta itu tentang kupu-kupu yang beterbangan di perut. Ternyata, jatuh cinta padamu adalah tentang belajar menelan luka tanpa suara."
Alicya Veronika Alkhanza adalah definisi dari energi positif. Cantik, ceria, dan sangat cerewet. Dunianya yang putih bersih mendadak berubah warna saat ia bertemu dengan Zavier Kai Andreas di bangku kelas 2 SMA. Zavier adalah kesempurnaan yang nyata; pintar, tampan, dan memiliki keramahan yang mampu menyihir siapa saja.
Bagi Alicya, Zavier adalah butterfly era pertamanya.
Namun, semakin Alicya mendekat, ia semakin merasa tersesat. Zavier memberikan segalanya-perhatian, tawa, dan kenyamanan-kecuali satu hal: Kepastian. Hubungan mereka digantung di ambang ketidakjelasan. Saat Alicya memberanikan diri meminta status, Zavier justru membungkam.
Hingga sebuah rahasia pahit terkuak. Keramahan Zavier ternyata menjadi bumerang; di balik sikap manisnya, Zavier bermain api dengan banyak hati. Masalah demi masalah datang menghantam, menyisakan luka menganga di hati Alicya. Namun, saking naifnya Alicya dalam percintaan, ia memilih menjadi "bodoh". Ia tetap bertahan, memeluk duri yang menusuknya, berharap sang matahari akan berubah demi dirinya.
Di tengah kehancuran itu, ada Falen Farellian. Sahabat laki-laki yang selama ini selalu ada di sisinya. Falen yang tenang, Falen yang selalu paham tanpa perlu Alicya bicara. Tanpa Alicya sadari, Falen telah lama menjaga satu rasa yang sama, menunggu waktu yang tepat untuk menunjukkan bahwa cinta seharusnya tidak pernah sesakit ini.
Antara bertahan pada luka yang ia cintai, atau menoleh pada ketulusan yang selama ini ada di sisinya. Inilah kisah tentang cinta pertama yang paling menyakitkan.
🚫DI LARANG PLAGIAT🚫
All Rights Reserved