We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
NAYARA [END]

NAYARA [END]

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 20, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
(Tentang kisah ini terinspirasi dari pengalaman prbadi) Cerita ini lahir dari perasaan yang pernah kupendam sendiri. Dari luka yang kupikir sudah sembuh, tapi ternyata hanya tertutup waktu. Jika kamu pernah merasa tidak cukup untuk dicintai, jika kamu pernah dihina karena berani menyukai seseorang, maka mungkin kamu akan menemukan sebagian dirimu di dalam cerita ini. Ini bukan tentang cinta yang sempurna. Ini tentang belajar menghargai diri sendiri sebelum berharap dihargai orang lain. --- Ini bukan hanya cerita. Ini serpihan hati yang pernah retak di bangku SMP. Tentang pengakuan yang bocor, hinaan yang membekas, dan seorang gadis yang percaya ia tak cukup cantik untuk dicintai. Hingga suatu hari, ia jatuh hati lagi. Diam-diam. Pada seseorang yang bahkan tidak tahu namanya. Apakah luka lama akan terulang? Atau justru Ramadan itu menjadi awal ia berdamai dengan dirinya sendiri?
All Rights Reserved
#332
pondok
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Tsundere Maniak Susu

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines