Perayaan ulang tahun seharusnya menjadi momen paling menyenangkan dalam hidup Juhoon. Bersama sahabat-sahabatnya Martin, James, Seonghyeon, dan Keonho yang tergabung dalam Geng Cortis, ia merencanakan perjalanan mewah ke New Zealand dengan jet pribadi. Pesawat dikendalikan oleh pilot berpengalaman Mingyu dan co-pilot Lucas, ditemani dua pramugari cantik, Carmen dan Kim.
Namun, di tengah langit luas yang tenang, takdir berkata lain. Gangguan teknis mendadak memaksa mereka melakukan pendaratan darurat di sebuah pulau terpencil yang bahkan tidak tercantum jelas di peta penerbangan. Tanpa sinyal, tanpa akses komunikasi, dan tanpa kepastian kapan pertolongan datang, mereka kini hanya memiliki satu pilihan, yaitu bertahan hidup.
Pulau itu ternyata tidak kosong. Mereka disambut dengan tatapan penuh curiga oleh Zayyan, sosok karismatik yang menjadi ketua pulau tersebut. Bersamanya ada warga lain. Alvin sang nelayan tampan yang pendiam yang selalu mengamati dari kejauhan, Vanesya si petani cantik dengan sikap dingin, Via si cantik pemilik warkop yang menjadi pusat informasi pulau, serta Mbok Lucinta, penjual gorengan yang tampak ganjen namun menyimpan rahasia. Penduduk pulau tidak menyukai orang asing. Ada aturan tak tertulis. Ada sejarah kelam. Dan ada sesuatu tentang pulau itu yang terasa ganjil.
Akankah ulang tahun Juhoon berubah menjadi awal tragedi?
Ataukah justru menjadi perjalanan yang mengubah hidup mereka selamanya?
All Rights Reserved