Bagi Zeffa, dunia adalah deretan angka dan logika yang sering kali dikacaukan oleh drama manusia yang membosankan. Di balik kacamata bingkai tipis dan wajah manis yang menipu semesta, tersimpan lidah setajam silet yang siap menguliti kemunafikan tanpa ampun. Ia tidak butuh cinta; ia butuh keteraturan. Baginya, emosi adalah variabel pengganggu yang tidak efisien. Sebaliknya, Darren adalah perwujudan mutlak dari kuasa. Tiap langkah kaki jenjangnya adalah perintah, dan sorot matanya yang dingin menuntut kesempurnaan tanpa celah. Ia tidak pernah meminta rasa hormat; ia mengambilnya secara paksa dengan karisma old money yang menyesakkan dada. Ketika kenaifan rupa bertemu dengan arogansi takhta, takdir tidak menuliskan kisah romansa picisan. Ini adalah hikayat tentang dua ego yang bertabrakan-satu yang menolak tunduk, dan satu yang terobsesi untuk menaklukan. Di antara dinginnya logika Zeffa dan panasnya dominasi Darren, "cinta" hanyalah kata lain untuk kehancuran yang indah.
More details