13 Penghafal Al-Qur'an

13 Penghafal Al-Qur'an

  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadComplete Wed, Aug 5, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Family Life
Growth and Self-Discovery
Religion and Spirituality
Setiap anak itu adalah anugerah dari Sang Pencita, begitu pula dengan cita-cita orangtua yang menginginkan anak-anak mereka menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Ketika seorang anak itu berhasil menjadi penghafal Al-Qur'an, bagi orangtuanya itulah hadiah terindah. Namun tak semudah itu perjuangan orangtua dalam mendidik anaknya supaya bisa menjadi penghafal Al-Qur'an. Apalagi jika anaknya banyak dan mereka harus extra dalam mendidik mereka. Terkadang keinginan orangtua itu pada anaknya tak selalu bisa terwujud, karna sang anak punya pandangan sendiri dalam pilihannya. Seperti dicerita ini yang menceritakan sebuah keluarga yang memiliki 13 anak penghafal Al-Qur'an semua. Dengan karakter anak-anak yang berbeda. Cerita ini terdengar islami banget, tapi didalamnya enggak juga. Disini masih membahas tentang kehidupan di era zaman modern dsb. Kalo mau lanjut baca silahkan dan selamat bertemu dengan 13 anak penghafal Al-Qur'an yang ganteng dan manis yaa.. Tapi kalo kalian mau udahan baca yaudah ga papa kok.. #Happyreading.
All Rights Reserved
#441
perjalanan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lysander Lowell De Villiers
  • Luk Telu Belas
  • Sastru Pinanganten
  • Wismatama
  • "Liburan" Bonus Suami
  • Ritual Rasa
  • na ja [END]
  • ELION
  • Jadi Anak Haram?
  • ONESHOOT [BP]

Lysander Lowell De Villiers, anak bungsu dari empat bersaudara, lahir pada usia kandungan sang bunda yang baru menginjak 28 minggu. Ia datang ke dunia lebih cepat dari seharusnya-rapuh, kecil, dan nyaris tak terdengar suaranya. Sebuah kelahiran prematur, seolah hidupnya sejak awal sudah dimulai dengan perjuangan. Sejak pertama kali membuka mata di dunia, Lysander tidak pernah benar-benar tinggal di tempat yang bisa ia sebut rumah. Ia dibawa oleh kakek dan neneknya, dibesarkan dalam kehangatan sederhana, namun tanpa kehadiran seorang ibu. Sang bunda telah pergi untuk selamanya-tepat di hari yang seharusnya menjadi awal dari segalanya. Ia pun tumbuh jauh dari sosok yang seharusnya ia panggil "Papa"-seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar ia kenal. Kini, di usianya yang ke-13, hidupnya mulai berubah ketika pria itu datang... dan membawanya pergi ke kehidupan yang asing, bersama saudara-saudara yang hanya terikat darah, bukan kenangan. -gambar by pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines