Slice of Bread

Slice of Bread

  • WpView
    Reads 4,820
  • WpVote
    Votes 338
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 25, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
"Apa aku boleh memakan yang ini?" Si rambut merah yang beberapa menit lalu berbagi tempat duduk dengan Hinata menatap pinggiran roti yang sengaja Hinata sisakan dikotak makannya. "E-eh?" Hinata mengerjapkan kedua matanya, bingung. Hinata memang sangat menyukai roti tawar, tapi ia tak menyukai pinggirannya. Biasanya gadis itu sengaja menyisakan pinggiran roti yang ia makan dan memberikannya pada binatang yang sering berkeliaran di taman sekolahnya. "B-boleh," Hinata menundukkan kepalanya, menyembunyikan semburat merah yang muncul di pipinya. Diperlakukan seperti itu dengan lelaki asing yang baru saja ia kenal ternyata berefek samping pada jantungnya, yang kini memompa darah dua kali lebih cepat. Baru kali ini, ada lelaki yang memakan sisa makanannya. Siapa sangka, pinggiran roti dapat menjadi awal perubahan yang sangat besar bagi kehidupan Hinata, kehidupan mereka.
All Rights Reserved
#42
neji
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • after all (sasuhina) [END]
  • Butterfly
  • Rainy Night Affair
  • Mind
  • hai, aku kembali
  • About Heart (End)
  • Curse Magic[END]
  • Mirai no Yakusoku (Janji Masa Depan)
  • Pathetic
  • The Rules of Love

[END] Naruto yg memutuskan menikahi Sakura pun membuat Hinata patah hati. Namun Pada malam salju pertama turun, perasaannya yg hancur terisi kembali oleh kehangatan dari pria monokrom yg mendambakan sang Lavender. Deskripsi gaje🗿 Baca aja lah langsung, gak bisa ku bikin deskripsi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines