The CEO's Untamed Rebel

The CEO's Untamed Rebel

  • WpView
    Reads 3,766
  • WpVote
    Votes 276
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 22, 2026
Bagi Aoom Thaweepon, segalanya adalah tentang akuisisi. Ketika ia "membeli" Meena Rina melalui perjanjian hutang keluarga Sirilak, ia pikir ia hanya mendapatkan aset lain untuk dikendalikan. Namun, Meena bukanlah dokumen yang bisa ditandatangani. Ia adalah badai, api, dan pemberontakan yang berjalan di atas dua roda Ducati. ​Terjebak dalam pernikahan kontrak selama dua tahun, Meena bersumpah akan menjadi mimpi buruk bagi Aoom. Namun, di balik dinding penthouse yang kedap suara, kebencian mereka meluap menjadi gairah yang destruktif. Di bawah pengawasan ketat Aoom, Meena harus memilih: melarikan diri bersama sahabat-sahabatnya-Engfa, Freen, dan Ling Ling-atau menyerah pada sentuhan sang CEO yang perlahan menjerat jiwanya.
All Rights Reserved
#5
missgrandthailand
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pikul Pilu Pada Pulangmu
  • Semua Memukul (✅)
  • kumpulan cerpen kookmin/Jikook (book 2)
  • poem
  • 365 HARI BERCINTA DENGAN PUISI
  • Rembulan Yang Sirna
  • အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete)
  • My SIN (GXG iam Lesbian)
  • My Wish
  • Unexpected Married  (YUSION/SIYU  GS)

Apa yang sebenarnya manusia inginkan? Apa yang sebenarnya lahir dari kembara tanpa tuju? Menyibak kekosongan, enggan berhenti. Satu dua kali, aku pun melakukannya. "Di mana rumahmu? Apa kamu mengunjunginya akhir-akhir ini?" Semilir mengantar gembiramu pada saat gelisah sejak kemarin menjemputku. Tapak tidak mengambil jeda. Pun bibir bergetar, melengkung pahit. "Tidak. Rumahku tidak dapat aku temukan." Rumahmu mungkin bukan lagi rumah yang hangat. Terlalu terkepul tangis, dusta, dengki, dan segala lara yang dibawa seorang diri. Tanpa kenal lelah meski sebenarnya ingin menyerah. Bersama perasaan-perasaan ini, kamu akan menemukan tempat bersandar. Bersama apa pun yang tertulis di sini, mari temukan kembali dirimu yang mungkin telah lama lupa jalan pulang. *** Seri Dua dari antologi puisi FOUR ©2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines