METAFORA SIMFONI

METAFORA SIMFONI

  • WpView
    Reads 130
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 18, 2026
Ketika melodi di rumah sendiri mulai terasa sumbang, sang mawar memilih untuk membiarkan kelopaknya dibawa angin. Perjalanan yang bukan sekadar tentang jarak, melainkan tentang pertemuan antara kesetiaan yang kaku dan kegelapan yang membebaskan. Di antara langkah-langkah yang penuh keraguan, ia menemukan bahwa dunianya jauh lebih luas dari sekadar taman emas yang menjaganya selama ini. ​Setiap langkah adalah metafora, dan setiap pertemuan adalah bagian dari simfoni besar yang akan menentukan takdir banyak pihak. Di dunia yang dipenuhi oleh aturan dan bayang-bayang, ia akan membuktikan bahwa suara yang paling lembut sekalipun mampu mengubah seluruh irama dunia.
All Rights Reserved
#39
fantasyindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Duke's Red String
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Sin of The Villainess
  • Just let me live, Duke!
  • Shaenette: Skenario Kedua
  • I Became the Villain's Nursemaid
  • The Wicked Wife's Past Strikes Back
  • A Family of Villains
  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • The Unwritten Lady

Leya menghabiskan hidupnya melihat benang merah milik orang lain, tanpa pernah melihat miliknya sendiri. Hingga maut datang menjemput. Di bawah reruntuhan perpustakaan yang lumat oleh gempa, jari kelingking Leya tiba-tiba menyala. Di detik-detik terakhir napasnya, ia melihat benang itu terhubung pada seorang pemuda dengan wajah bersimbah darah. Namun, sebelum ia sempat meraihnya, kegelapan merenggut segalanya. Maut seharusnya menjadi akhir, tapi Leya justru terbangun sebagai anak rahasia di kediaman seorang bangsawan yang dingin di dunia yang asing. Dan ujung benang merah itu kini bertaut pada sosok yang paling seharusnya ia hindari. Sosok yang bisa menghancurkan hidup barunya dalam sekejap. Jika benang merah takdir konon tak pernah salah, lalu mengapa Leya merasa takdir sedang berusaha membunuhnya untuk kedua kali? ©April, 2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines