GEMA  |  (Orine)

GEMA | (Orine)

  • WpView
    Reads 190
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 11, 2026
Ia tidak pernah datang sebagai yang pertama. Hanya mengisi kursi kosong di ruang siaran, menggantikan suara yang pernah begitu dicintai. Awalnya cuma rekan kerja. Lalu jadi tempat pulang setelah tengah malam. Lalu tanpa sadar- dia jadi pilihan. Tapi ketika masa lalu kembali dan tawa lama terdengar lagi, ia sadar satu hal: ia tidak bersaing dengan seseorang. Ia bersaing dengan kenangan. Dan kenangan selalu punya cara untuk terdengar lebih hidup. Karena tidak semua yang dipilih, benar-benar jadi yang utama. Ada yang hanya tinggal... sebagai gema.
All Rights Reserved
#6
podcast
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • aku, kamu, dan bandung   -araline
  • kamu yang rumit (ARALYN)
  • Mission : Unfreeze Leon (Orine)
  • Hati Yang Kupilih (Orine)
  • EIGHTEEN CHALLANGE [REVISI]
  • -DI BALIK SIKAP SANG KETUA OSIS YANG DINGIN-
  • dalam pelukannya, luka belajar tenang
  • Inheritance of Hierarcy (ORINE)
  • Hate Turns Sweet
  • ONE SHOOT GEN12

"Bandung itu sempit. Tapi entah kenapa, butuh waktu dua tahun untuk aku bisa kembali ke sini. Ke rumah, ke kamu." Dua tahun di Singapura cuma bikin Galenoline Argian Putranegara sadar satu hal: dia nggak cocok dengan keteraturan. Oline adalah aspal basah, deru mesin motor di tengah malam, dan tawa berisik barudak Bandung di pojok warung kopi. Kembali ke Bandung seharusnya jadi misi Oline untuk menikmati kebebasan. Tapi, rencana itu berantakan saat wali kelas menunjuk satu kursi kosong di barisan paling belakang. Tepat di sebelah jendela, dan tepat di samping Abirelle Rachelie Alora. Birel adalah antitesis dari hidup Oline yang berantakan. Dia anggun, tenang, dan selalu dikelilingi aura mahal yang sulit digapai. Birel jago menyembunyikan segala hal-termasuk degup jantungnya yang menggila setiap kali Oline menggeser kursi di dekatnya. Di bawah langit Bandung yang sering kali abu-abu, di antara bisingnya kelas yang isinya teman-teman "sinting" mereka, Oline dan Birel harus belajar satu hal: Bahwa terkadang, rumah bukan lagi tentang tempat, tapi tentang siapa yang duduk di sampingmu saat jam kosong dimulai. "Aku, Kamu, dan Bandung. Cerita tentang pulang, dan alasan untuk menetap."

More details
WpActionLinkContent Guidelines