PUSAKA DUA CAKRAWALA

PUSAKA DUA CAKRAWALA

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 21, 2026
Di dunia Nusantara Dwipa, keseimbangan antara langit dan bumi sedang berada di ambang kehancuran. Sang Hyang Kala, entitas purba pemakan waktu, telah bangkit dari tidur panjangnya. Ia tidak hanya menghancurkan desa-desa, tapi juga mencuri ingatan dan sejarah dari jiwa manusia, meninggalkan mereka sebagai cangkang kosong tanpa masa lalu. Raden mPu Satya, seorang ksatria agung dari Kekaisaran Astina Pura (Jawa), diutus untuk mencari senjata pemungkas. Namun, ia membawa kutukan berat: setiap kali ia mencabut Keris Kyai Surya untuk melawan kegelapan, sebagian ingatannya akan terhapus. Ia terancam melupakan jati dirinya, tugasnya, bahkan cintanya. Di utara, Srikandi Boru Sinaga, panglima perang tangguh dari Kedatuan Toba Raya (Batak), sedang memburu bayangan yang telah menculik adiknya. Baginya, orang-orang Selatan hanyalah ksatria penuh basa-basi yang tak bisa dipercaya. Dua jiwa dari dua kutub yang berbeda ini dipertemukan oleh takdir di Hutan Simalungun yang angker. Satya dengan filosofi langkahnya yang tenang, dan Boru Sinaga dengan tombak petirnya yang meledak-ledak. Mereka harus bersatu menempuh perjalanan ribuan mil menuju puncak Gunung Merapi-Toba-satu-satunya tempat di mana dua pusaka legendaris bisa disatukan. Di tengah intrik politik istana, pengkhianatan saudara, dan serangan makhluk mitologi, mereka menyadari bahwa musuh terbesar bukanlah Sang Hyang Kala, melainkan ego dan sejarah kelam bangsa mereka sendiri. Dapatkah Satya mempertahankan ingatannya tentang wanita yang mulai ia cintai? Ataukah Boru Sinaga harus merelakan pria itu menjadi orang asing demi menyelamatkan dunia? "Sebuah epos tentang kehormatan, kutukan memori, dan cinta yang melampaui adat."
All Rights Reserved
#498
jawa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SUAMI KAISAR
  • The Marquess's Hidden Pearl (End)
  • Dear Moppie S2 : The Return | heehoon.
  • Shanghai Heiress, Pregnant with Twins, Seeks Refuge with Her Military Husband
  • My Past Life As Chaoyun (Yun Chu Ling)
  • Saya menghidupi 200.000 pasukan perbatasan dengan bertani
  • The Sun's Last Armor
  • BENANG TAKDIR MALIKA | Mahabharata X OC
  • Para ibu generasi tahun 60-an dimanipulasi secara mental, dan seluruh keluarga m
  • LADY AINSLEY

Li Jin, putra sah utama dari Kediaman Dingbei Wang, harus meregang nyawa secara mengenaskan akibat konspirasi kejam dan tikaman dari orang-orang yang paling ia percayai dan ia bela setengah mati. Namun, di saat ia memejamkan mata untuk selamanya, Li Jin justru terbangun kembali di masa lalu ketika ia masih berusia enam tahun! Terlahir kembali dengan membawa seluruh ingatan dari kehidupan lalunya, Li Jin menolak untuk kembali menjadi pemuda lemah, naif, dan penyakitan. Dengan kecerdasan dan perhitungan yang dingin, ia perlahan-lahan mulai mencabik-cabik topeng kepalsuan orang-orang disekitarnya, membalikkan setiap fitnah mematikan, dan dengan cepat mengamankan posisinya sebagai Shizi (Pewaris Sah) yang dianugerahkan langsung oleh Kaisar. Namun, arena balas dendam Li Jin tidak hanya berhenti di halaman belakang keluarganya. Memasuki istana kekaisaran Dinasti Daxia yang penuh dengan tipu muslihat, Li Jin sengaja mendekati Pangeran Ketujuh, Ying Yuan. Di kehidupan sebelumnya, pangeran yang bernasib malang dan selalu mengenakan topeng inilah satu-satunya orang yang mengulurkan tangan menolong saat Li Jin dikhianati dan diburu hingga mati. Demi membalas budi dan menyingkirkan musuh-musuh lamanya yang munafik di masa depan, Li Jin bertekad untuk menjadi pelindung sekaligus perancang strategi utama bagi Ying Yuan. Ia melindungi sang pangeran yang bertingkah penuh kewaspadaan layaknya "anak serigala kecil yang terluka", mengobati trauma-traumanya, dan secara diam-diam memupuk ambisi di hati Ying Yuan untuk merintis jalan berdarah menuju puncak takhta tertinggi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines