Save the Antagonist

Save the Antagonist

  • WpView
    Reads 281,221
  • WpVote
    Votes 19,824
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 16, 2026
Elena adalah seorang gadis yang cukup menyedihkan. Ia bukanlah seorang pemeran utama. Meski orang berkata bahwa 'Kau adalah pemeran utama di hidupmu' namun, bagi Elena hal semacam itu tak pernah mungkin terjadi di hidupnya. Selama Elena hidup, ia hidup seperti tikus mati. Keberadaannya benar-benar tak dianggap oleh siapapun, bahkan oleh keluarganya. Menjalani kehidupan yang penuh dengan kesepian membuat Elena menghabiskan sisa waktu yang tersisa dengan membaca novel. Salah satu novel favorit nya adalah cerita yang berjudul 'When I Found You' Kisah klasik dimana seorang gadis bernama Bella yang memiliki kehidupan sempurna. orangtua penyayang, kaya, terkenal dan memiliki kakak yang begitu sempurna. Bagi Elena. Kehidupan seperti Bella bukanlah kehidupan yang berani ia dambakan. Gosh. ia cukup tau diri untuk mendambakannya. Dan dibanding dengan kehidupan Bella, justru Elena sedikit bersimpati dengan kedua antagonis di cerita ini. Entahlah, mungkin karena nasib Elena dan kedua antagonis ini memiliki kemiripan hampir seratus persen hingga membuatnya merasa sangat kasihan dengan nasib mereka. Siapa sangka kala Elena membuka mata, dirinya berada bukan pada dunianya, melainkan pada novel terakhir yang ia baca. Started: 21-02-2026
All Rights Reserved
#23
fantasy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Duke'S Red String
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Just let me live, Duke!
  • New life, New problems [END]
  •   My Switched Daughter END
  • 𝐎𝐍𝐄 𝐒𝐇𝐎O𝐓🔞 •VKOOK
  • Shaenette: Skenario Kedua
  • A Family of Villains
  • Sin of The Villainess
  • GALEN PRADIPTA

Leya menghabiskan hidupnya melihat benang merah milik orang lain, tanpa pernah melihat miliknya sendiri. Hingga maut datang menjemput. Di bawah reruntuhan perpustakaan yang lumat oleh gempa, jari kelingking Leya tiba-tiba menyala. Di detik-detik terakhir napasnya, ia melihat benang itu terhubung pada seorang pemuda dengan wajah bersimbah darah. Namun, sebelum ia sempat meraihnya, kegelapan merenggut segalanya. Maut seharusnya menjadi akhir, tapi Leya justru terbangun sebagai anak rahasia di kediaman seorang bangsawan yang dingin di dunia yang asing. Dan ujung benang merah itu kini bertaut pada sosok yang paling seharusnya ia hindari. Sosok yang bisa menghancurkan hidup barunya dalam sekejap. Jika benang merah takdir konon tak pernah salah, lalu mengapa Leya merasa takdir sedang berusaha membunuhnya untuk kedua kali? ©April, 2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines