Gagal ACC!

Gagal ACC!

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 20, 2026
"Kadang rasanya mau nangis, udah salah jurusan, revisi sana sini, ga di ACC. Tapi kenapa sekarang malah perasaan gue yang gagal ACC dihati KAMU?!?!" Nama nya Gemintang Calista, disingkat Gemi. Bagi Gemi yang hidupnya salah jurusan, kalkulator batrai sekarat dan bimbingan yang berakhir dengan coretan merah yang bertuliskan REVISI, Penderitaan sebenarnya justru bukan itu. Penderitaan terbesarnya adalah Raka Pramudya. Anak arsitek yang maketnya super diluar nalar yang katanya sih seni. Orang yang salah nomer pas minta temennya buat ngitung pondasi temennya di chat, dan alasan kenapa Gemi bela bela in begadang di studio demi nemenin dia. SIALNYA, perhatian Raka ga pernah ke Gemi. Tapi ke anak jurusan DKV yang jauh keliatan menarik dan nyambung ke seni yang Raka maksud, dibanding Gemi yang muka nya kusem dan kusut kena debu proyek. Bisakah Gemi mendapat ACC dari hati Raka? Atau malah hidupnya bakal tetap di kata 'teman seperjuangan' yang berujung abadi diruang Revisi?
All Rights Reserved
#6
kuliahlife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Salah Status
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines