Setelah ayahnya dipenjara karena kasus korupsi, hidup Sassy runtuh dalam semalam. Dari siswi berprestasi yang pernah hidup nyaman, dia berubah menjadi target hinaan di sekolah elitnya sendiri, bertahan mati-matian demi lulus sambil menahan malu, bekerja sambilan, dan menolak dikasihani siapa pun. Di tengah keterpurukan itu, Altan-teman lama yang tenang dan sulit dibaca-kembali mendekat, sementara Galen, cowok populer yang awalnya tampak seperti ancaman lain, justru mulai menunjukkan perhatian yang tidak main-main.
Seiring waktu, perhatian Altan dan Galen pada Sassy tidak lagi bisa disamarkan sebagai rasa penasaran biasa. Altan, yang sejak awal diam-diam terus mengawasi dan melindungi Sassy, mulai terusik melihat Galen semakin terang-terangan mengejarnya. Sementara Galen, yang mula-mula mengira Sassy hanya "menantang", perlahan sadar bahwa gadis itu telah menjadi sesuatu yang jauh lebih penting baginya.
Dari sinilah persahabatan Galen dan Altan retak: karena mencintai orang yang sama. Ketika Altan kemudian pergi kuliah ke Singapura dan Sassy tetap di Indonesia, jarak memaksa mereka memendam banyak hal yang tak pernah selesai. Dalam kekosongan itulah Galen hadir lebih nyata di hidup Sassy, sampai mereka menjalin hubungan di Indonesia-hubungan yang tampak seperti jawaban, tetapi diam-diam dibangun di atas hati Sassy yang belum pernah benar-benar pindah dari Altan.
Namun semakin dewasa mereka, semakin jelas bahwa cinta bukan soal siapa yang datang lebih dulu atau tinggal paling dekat, melainkan siapa yang selalu menjadi rumah bagi hati yang paling terluka. Galen bisa menjadi pasangan Sassy, bisa berdiri di sisinya ketika Altan jauh di negeri lain, tetapi ia tidak pernah benar-benar memiliki bagian terdalam dari perasaan gadis itu. Pada akhirnya, setelah serangkaian perpisahan, salah paham, dan luka yang memaksa ketiganya tumbuh.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang