Can I Call You, Mei?

Can I Call You, Mei?

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 20, 2026
"Nggak usah gerogi gitu dong, Mei. Cuma adegan kiss, nggak beneran. Tapi, kalo lo mau beneran juga boleh, tapi nanti kalo kita udah muhrim! Percaya deh, lo itu cocoknya sama gue, jadi jangan buang-buang waktu buat nunggu Arya!" Prinsip Aurora Mayalovie itu Cuma satu: Haram hukumnya buat naksir cowok yang udah punya pacar. Apalagi Sepupunya Semesta udah keluarin ultimatum buat jangan jatuh cinta pada Arya. Makanya, Maya lebih milih jadi pemuja rahasianya Arya. Kalo ditanya Maya selalu jawab udah Move on padahal mah dia lagi nunggu keajaiban. Setelah dua tahun beralu, akhirnya dua keajaiban itu tiba. Arya Putus dan mata kuliah drama menjadi jalan tol yang jadi akses untuk Maya bisa mendapatkan hati sang pujaan. Maya pikir dia bisa dapatin peran utama di hidupnya Arya. Tapi takdir justru ngasih plot twist yang nyebelin. Maya berhasil dapetin peran utama, tapi sialnya lawan mainnya bukan Arya, melainkan Dewa- Adik Arya yang sifatnya bertolak belakang banget sama abangnya, nyebelin dan selalu buat Maya darah tinggi. Disaat Maya ingin berlari menuju Arya, Dewa justru mengejarnya dengan langkah yang lebih cepat. Di tengah misi Maya untuk memenangkan hari Arya, ia justru ditarik masuk ke dalam dunia Dewa yang penuh tawa, gombalan gila dan kejutan tak terduga. Maya pikir ia hanya perlu fokus pada naskah film agar bisa terus dekat dengan Arya. Ia tak pernah menyangkan, bahwa dibalik kamera yang terus merekam dan juga tawa Dewa yang menyebalkan tersimpan sebuah akhir yang tidak pernah ditulis dalam skenario manapun. Maya pikir mendapatkan hati Arya adalah adegan tersulit di hidupnya, tetapi justru yang tersulit adalah saat ia harus menjawab satu pertanyaan singkat. "Can I Call you, Mei?"
All Rights Reserved
#51
kehidupankampus
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines