My Vet - GitKath

My Vet - GitKath

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Apr 6, 2026
Gita selalu dianggap sebagai sebuah kegagalan oleh keluarganya. Bukan karena ia nakal, bukan pula karena ia tak berusaha. Semua itu bermula saat usianya lima tahun-ketika ibunya melahirkan seorang adik perempuan. Sejak hari itu, rumah menjadi lebih ramai, lebih sibuk, dan penuh tangis bayi. Kedua orang tuanya tersenyum lebih sering, namun senyum itu tak lagi tertuju padanya. Gita masih berusaha menjadi anak yang sama. Ia duduk rapi menunggu dipanggil, menarik baju ibunya dengan harap ingin digendong. Namun yang ia terima hanya kalimat yang diulang terus-menerus, "Nanti ya, Ibu capek." Ayahnya pun berubah. Dulu mendengarkan cerita kecil Gita sepulang kerja, kini lebih memilih langsung menuju kamar bayi. Dan Gita?.....berdiri di ambang pintu, menunggu perhatian yang tak pernah kembali. Perlahan, perhatian berpindah sepenuhnya. Jika adiknya menangis, semua orang bergegas. Jika Gita diam terlalu lama, tak ada yang bertanya. Kesalahan kecil yang dulu dimaklumi kini menjadi alasan untuk dimarahi. Ia dituntut mengerti, dewasa, dan tidak merepotkan-hanya karena ia kakak. Gita belajar menelan perasaan. Menjadi anak "baik", tidak meminta, tidak menangis. Namun prestasinya jarang dirayakan, usahanya jarang dihargai. Setiap kegagalan kecil menjadi bukti bahwa ia tak pernah cukup. Sampai ia bertumbuh dewasa, Anggi hadir sebagai kehangatan-tempat pelarian ketika dunia terasa memusuhinya. Namun pengkhianatan Anggi menghancurkan sisa kepercayaannya. Sejak hari itu, Gita menutup hatinya dari siapa pun. Ia membangun dinding pertahanan, meyakinkan diri bahwa sendiri adalah pilihan paling aman. Hingga keyakinan itu runtuh oleh satu sosok yang tak pernah ia perhitungkan-Kathtina. Adik perempuannya yang selalu berisik, terlalu peduli. Pada awalnya hanya gangguan, namun justru dari kebisingan itulah dinding yang Gita bangun dengan susah payah perlahan retak. Cerita dewasa, mengandung bahasa non baju dan agak kasar. Harap untuk pembaca di bawah 16 tahun jangan membacanya ⚠️
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WEDDING VOWS
  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Beautiful Trouble
  • Satu Tahun Saja
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa
  • Nakula
  • Almost Married (On Going)
  • I'm the male lead's wife?

Waktu pemilu semakin dekat, seorang Mentri yang paling berpengaruh dalam negara membutuhkan banyak suara untuk mempertahankan jabatannya. Dirinya memutuskan untuk menandatangani perjanjian pernikahan dengan salah satu model yang sedang naik daun- Ajeng Putriayu Ratnasari- Pernikahan yang tidak dilandasi oleh cinta ini, hanya untuk kepentingan politik dan bisnis satu sama lain. "Kenapa mendekat?" "Minta hak saya sebagai suami, kenapa memangnya?" "Sepertinya berhubungan tidak ada dalam kontrak kita, Tuan." "Dalam perjanjian, kau harus melayani saya sebagai istri. Siapa bilang kita tidak boleh berhubungan badan? Buka pasal 3 ayat 5 dalam perjanjian kita." Pasal itu lagi. ** WARNING !! • CERITA DEWASA • SEBELUM MEMBACA JADILAH PEMBACA YANG BIJAK KARENA CERITA INI MENGANDUNG BANYAK ADEGAN KEKERASAN. Start : 15 February 2025.

More details
WpActionLinkContent Guidelines