Devin: Tak Pernah Utama, Selalu Ada

Devin: Tak Pernah Utama, Selalu Ada

  • WpView
    LECTURAS 4,643
  • WpVote
    Votos 268
  • WpPart
    Partes 16
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, mar 20, 2026
WpInfo
Ficción
Romance
Kenapa anak yang paling berisik justru yang paling sepi? Di setiap keluarga selalu ada peran yang tak tertulis. Ada yang dibanggakan. Ada yang dimanjakan. Dan ada yang bertugas menjaga suasana tetap hangat. Di keluarga Juna, peran terakhir itu jatuh pada Devin. Ia bukan anak yang paling membanggakan. Bukan pula yang paling dicari saat rindu datang. Ia berada di tengah, yang selalu mencoba memberikan kehangatan lewat tingkah absurdnya. Cukup terlihat, tapi jarang benar-benar diperhatikan. Tak seorang pun benar-benar bertanya apa yang ia inginkan. Dan Devin pun terlalu pandai berpura-pura baik-baik saja. Namun bahkan topeng pun punya batas. Suatu hari, sesuatu yang dipendam terlalu lama akan menemukan caranya untuk pecah. Ini bukan kisah romansa remaja. Bukan pula cerita kenakalan biasa. Ini tentang seorang anak yang tumbuh di tengah keluarga yang tak selalu memilihnya. Akankah Devin mampu berdiri tanpa kehilangan dirinya sendiri? Atau ia akan lelah... dan akhirnya menyerah dibalik topeng "baik baik saja "
Todos los derechos reservados
#410
anaktengah
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • The Time
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Transmigrasi Ziora
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido