
Bhaikara bukan laki-laki sabar kalau urusannya Danica. Dia bisa sabar ngajarin murid yang enggak tahu bedanya xilem sama floem, tapi begitu Danica berdiri dekat, pakai celana pendek rumahan dan tatapan sinis, kesabarannya sering mendadak pensiun. Danica pulang ke Seruni bukan buat jatuh ke pelukan siapa-siapa. Dia cuma mau istirahat, bantu ibunya, dan menyusun ulang hidupnya yang habis digilas kantor. Sayangnya, di kampung sekecil ini, istirahat juga bisa datang dengan bonus guru biologi tengil yang hobi muncul di waktu yang salah dan ngomong hal-hal yang bikin pipi panas. Bhaikara menggoda seperti orang yang tahu diri. Danica menolak seperti orang yang setengah hati. Sisanya tinggal tunggu siapa yang lebih dulu kehabisan alasan. Karena kalau masa lalu mereka dulu cuma satu malam yang panas, masa sekarang terasa jauh lebih berbahaya. Yang ini bukan cuma soal nafsu. Yang ini sudah mulai mirip cinta, dan itu lebih bikin repot.All Rights Reserved
1 part