BACK TO 1982

BACK TO 1982

  • WpView
    Reads 1,630
  • WpVote
    Votes 113
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Thu, Apr 30, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Bertahun tahun noera di hantui oleh satu pertanyaan tentang keberadaan ayahnya hingga akhirnya dia menemukan jawaban nya dari seorang pengemis yang pernah dia tolong plus memalaknya. Mahen tak bisa terus menutup mulut karena Noera terus mendesak pria itu dengan sebuah bukti. Pria itu kemudian bercerita lalu memberikan jawaban bahwa ayah Noera ada di masalalu. Entah sebuah keberuntungan. Noera bisa pergi kesana dan mencari sang ayah. Tapi pencaharian itu tak mudah dan seseorang yang di temui noera pertama kali berada disana bukanlah sang ayah melaikan, Raka Putra Sanjaya. Seorang pria yang hendak melakukan aksi bunuh diri karena depresi dengan masalah yang menimpanya. _____ "lu maling ya!"-Raka "Bukan Anjir!" -Noera _____ Penasaran dengan kisah mereka? Note 💌: jangan lupa vote dan tinggalkan jejak. Ini original pemikiran author. Tiap malem revisi
All Rights Reserved
#61
traveltime
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ALTEZZA [New Version]
  • RICARDO : DANGEROUS HUSBAND
  • Ketos Galak
  • The Story Of Janeta
  • Ya Umma Awlaadii 'NaZa' || On Going
  • Sabila untuk Asher
  • ARZELEON ( END )
  • DIA ANGKASA
  • Annela

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines