
Namanya Roan. Narapidana buntung yang sial. Ditemani Alden yang berupa jiwa lain dalam tubuh Roan itu melancarkan aksinya membunuh banyak manusia. Satu tubuh dua jiwa. Gila? Bukan. Itu namanya beruntung haha. "Gimana yak kalo lo bener bener punya tubuh sendiri" Roan berandai andai. "Ingin? Apakah kau yakin?" "Engga deh, Ga jadi. Pasti kalo lo punya tubuh sendiri, gue disekap, dirante trus di suruh nurutin lo" Roan sedikit ngeri mengingat jiwa lainnya ini sangat lah posesif terhadap dirinya. "Benar apa yang kau katakan" Alden berseringai dalam diam. Dan yaa Roan berdiri dalam ruang makan yang dipenuhi darah dan mayat yang tersebar. "Gila lo Al, otw hukum mati ini mah. Mana udah buntung ni kaki! Kagak bisa kabur kita Al" Mati? Benar, Ia mati. Seperti cerita transmigrasi biasa. Bukannya ke alam baka, ia bangkit dalam tubuh yang sama sama cacat. Buta dan gender kedua yang dianggap tidak berguna. "BANGSAT! kemaren kaki satu ilang, trus sekarang diganti satu mata yang ilang? Anjeng emang! Yok berantemin gue ama yang buat dunia" Apakah dunia ini sama dengan dunianya dulu? Ohh tentu berbeda. Dan apakah nasib buruk akan kembali bersamanya? Bisa jadi.Tous Droits Réservés
1 chapitre