Kami.... Dan Tahun Baru

Kami.... Dan Tahun Baru

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Sun, May 17, 2026
Ini bukan cerita beralas narasi rumit, penuh konflik pembunuhan, mafia dan lainnya seperti yang kalian bayangkan. Ini; ini adalah memori yang terekam dalam bentuk kalimat di dalam narasi. Urutnya tak menentu, tergantung dari apa yang berhasil di ingat tentang kalian-sebelum akhirnya mampu mengatakan "selamat tinggal, dan terimakasih telah masuk ke hidupku." Cerita ini muncul hanya sebagai petunjuk, sekaligus pengantar jalan mengenai kalian, kala nanti waktu terlampau jauh, hadir kalian masih tetap di ingat. Janji dan segala canda tawa, bahkan segala rintangan diantara kita dan dunia. Semua aku ceritakan kembali, dengan nama, dan situasi yang semaksimal mungkin aku ciptakan mirip dengan situasi aslinya. Kala dunia nanti terlalu jauh membawa kita pergi, hingga nama atau cerita tentang kebersamaan menghilangkan jejak di kehidupan kalian. Aku harap cerita beralas latar hitam ini mampu membawa kalian kembali ke masa-masa dimana kita mengenal, saling memahami, bersama susah dan senang, melewati segala badai yang datang, sampai akhirnya menunggu nasib membawa kita yang tak tahu arah. Akankah kita akan bertemu dan tetap bersama mengisi dunia? Atau, haruskah kita relakan tahun-tahun yang indah menjadi semua kata "dulunya" ? Bagaimana hal ini akan berakhir? Bisakah aku mengiklaskan ini? - Naurretha - Daysri - Arana - Sandriana - We. Selamat membaca🏡
All Rights Reserved
#145
tahunbaru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love After Hate
  • Little Prince
  • Flutterby (Segera Terbit)
  • MY EX-RIVAL
  • Setelah Mama Menikah
  • Kondangan Mantan
  • Diary Transmigrasi Budak Koporat / BL - BXB Boyslove
  • The Antagonis Hates Socializing [End]
  • Monokrom
  • Shaken by Her

Axel membenci Levi lebih dari apa pun. Baginya, Levi adalah alasan kenapa adiknya meninggal. Sejak hari itu, hidup Axel berubah berantakan. Amarah, dendam, dan rasa kehilangan membuatnya terus hidup hanya untuk menyalahkan satu orang: Levi. Dan anehnya, Levi tidak pernah membela diri. Cowok itu tetap diam dengan wajah tenang yang justru semakin membuat Axel muak. Tidak peduli sekeras apa Axel mendorong, menghina, atau melukai dirinya dengan kata-kata tajam, Levi selalu memilih menahan semuanya sendiri. Sampai perlahan, Axel mulai sadar... Ada sesuatu yang disembunyikan Levi. Tatapan kosongnya. Tangan yang sering bergetar diam-diam. Luka-luka yang tidak pernah terlihat orang lain. Dan fakta bahwa Levi ternyata menyimpan trauma yang jauh lebih dalam daripada yang Axel bayangkan. Semakin dekat Axel pada kebenaran, semakin besar rasa takut yang muncul di dalam dirinya. Karena jika Levi bukan pembunuh adiknya... Berarti selama ini Axel telah membenci orang yang salah. Dan mungkin, tanpa sadar, juga menghancurkan seseorang yang sebenarnya sama hancurnya dengan dirinya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines