Gariit van De Jong-Ia datang ke Hindia Belanda dengan pandangan bahwa pribumi adalah bangsa yang perlu ditertibkan-Ia membenci kekacauan.
Sementara Jendra adalah seorang anak dari Mangkunegaran kesunanan Surakarta yang jatuh miskin setelah tanah keluarganya dirampas saat perang untuk perkebunan pala dan cengkih. Ia kini menjadi mandor paksa yang diam-diam memimpin pemberontakan kecil. Gariit menganggap Jendra hanyalah Inlander kasar yang tidak tahu diri.
"Kau tahu apa yang lebih busuk dari bau bangkai, Meneer?" Jendra berbisik tepat di telinga Gariit, tangannya yang terikat rantai sengaja ia gesekkan ke leher sang opsir.
Gariit tidak bergeming, meski napasnya memburu. "Jaga bicaramu, Inlander."
"Aroma pala dan cengkih di kapal-kapalmu," lanjut Jendra dengan seringai pahit. "Setiap butirnya dicabut dari tanah yang dibasahi air mata ibuku dan rakyat-lalu kau... kau berdiri di sini seolah-olah kau adalah Tuhan yang membawa peradaban. Benar-benar menjijikkan."
All Rights Reserved