REGO BAKTI

REGO BAKTI

  • WpView
    Reads 4,511
  • WpVote
    Votes 107
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 11, 2026
"Ngapain nangis? Dosamu wis tak bayar kontan nganggo kabeh fasilitas iki. Turuto wae karepku, bapakmu aman." - Elang. Bagi Aruna, setiap jengkal kemewahan di apartemen Elang adalah penjara yang ia masuki dengan sukarela. Ia bukan sekadar simpanan; ia adalah seorang anak yang sedang menukarkan sisa harga dirinya demi detak jantung sang ayah di bangsal rumah sakit. Elang adalah penguasa yang tak kenal kata "tidak". Baginya, Aruna adalah transaksi paling menguntungkan yang pernah ia buat-manis, penurut, dan selalu tersedia. Namun, di balik sentuhan brutal dan perintah dinginnya, ada sesuatu yang lebih gelap yang ia sembunyikan. ​"Mas, aku iki menungso... dudu boneka sing iso mbok nggo sak penatmu," bisik Aruna dalam tangisnya yang tertahan. ​"Menungso? Yen kowe menungso, kowe ra bakal dodolan raga demi bandha, Run. Wis, manut wae. Sesuk obat bapakmu tak lunasne." ​Saat garis antara bakti dan dosa mulai kabur, Aruna terjebak dalam pusaran nafsu Elang yang tak terbendung. Akankah Aruna bertahan dalam kehancuran ini, ataukah Elang yang justru akan bertekuk lutut pada wanita yang ia anggap hanya sebagai pemuas dahaga semalam? Antara harta, takdir, dan pengorbanan yang tak terampuni.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HANABI.
  • Kinasih
  • Putribhumi [END]
  • Stuck on You!
  • DESEADO
  • Stay With Me, Dayana
  • Namima's Maturity For Him
  • Tak Lekang
  • Love Scandal: GALIH
  • The Way [Tamat]
HANABI.

"Selesai bicaranya?" Pria dengan balutan kemeja hitam itu sudah angkat bicara setelah lama ia hanya diam menatap tajam sembari mendengarkan pembelaan diri dari salah satu mahasiswi baru yang cukup dikenal selama masa orientasi, atas seberapa menariknya Hanabi Gibbs ini. Itu yang Hanzo dengar dari banyak informasi sembunyi bahkan ada yang terang benderang menyatakan hal tersebut. Cukup mengganggunya. Gadis dengan seragam putih hitam dan rambut kepang dua yang menghias parasnya. Terlihat sudah berkaca-kaca, entah, ia merasa harga dirinya lebih jatuh lagi dibanding ucapan jahat Kagura tadi. Sialnya itu adalah Hanzo, tunangannya sendiri, sang Presiden BEM Universitas LoD (Land of Dawn). Baru kali ini ia mengaku bahwa posisi Hanzo dan dirinya itu sangat jauh. "Ya-a." Sahut Hanabi dengan isak pelan, hanya Hanzo yang mendengar itu. Melihat banyak yang perlahan menjauh dari sorotan mereka bertiga, ada yang memilih sendiri karena mulai hujan kecil, ada yang perlu ditegur oleh kakak tingkat panitia. Semua dipendam sedari tadi, air matanya tidak mau menunggu terlalu lama lagi. Ia mengusap pipi ketika merasa sudah berguguran kecewa. Begitupun dengan Hanzo yang terdengar hanya oleh Hanabi, menghela nafas berat, seperti mengalihkan profesionalnya sedikit agar gadis cantiknya itu tidak berlebihan menyedihkannya. Hanzo tidak suka itu. ..... Hanabi, temui saya di ruang BEM .... "Bukannya tadi sudah deal Hanabi? Tidak ada bantahan selama saya belum selesai berbicara. Apa saya yang salah dengar?" ****** © September 2024 JANGAN DITIRU YAAA Warning: smoke, love, kiss, hot, cuddle, harsh words, bad attitude, loud mouth, break the rules Hanya untuk ymma (yang mau mau aja) No judging if u get bother with my story, just leave. ins: bulehnuri 🔥 nuli

More details
WpActionLinkContent Guidelines