Di semesta lain, garis waktu tidak selalu kejam.
Arsa dan Indira pernah percaya bahwa cinta saja cukup untuk menaklukkan jarak. Dari bangku sekolah, dari janji-janji sederhana yang diucapkan tanpa ragu, mereka tumbuh bersama hingga akhirnya jarak memisahkan mereka menjadi dua kota, dua mimpi, dan dua versi diri yang perlahan berubah.
Di cerita yang pernah ada, waktu tidak berpihak pada mereka. Indira memilih jalan lain, dan Arsa belajar merelakan.
Namun di Antara: Garis Waktu, semesta diberi kesempatan kedua.
Ini adalah dunia di mana pesan yang tak sempat terkirim akhirnya sampai.
Di mana cemburu tidak dibiarkan tumbuh dalam diam.
Di mana keberanian datang lebih cepat daripada ego.
Ketika jarak kembali menguji, Arsa tidak lagi hanya menunggu.
Ketika ragu menyelinap, Indira tidak lagi memilih diam.
Di antara kesalahpahaman, ketakutan kehilangan, dan waktu yang hampir merenggut segalanya, mereka belajar bahwa cinta bukan sekadar bertahan, tapi juga memperjuangkan.
Dan kali ini, di garis waktu yang berbeda, Arsa dan Indira tidak saling melepas.
Mereka memilih pulang.
Satu sama lain.
Todos los derechos reservados