Sol y Luna en Oaxaca - JoongDunk (End)
Di bawah terik matahari kota Oaxaca yang berwarna kuning kunyit, dua jiwa yang melarikan diri dipertemukan oleh takdir yang tak terduga.
Joong Archen Aydin adalah seorang fotografer dokumenter yang membawa rahasia berbahaya dari Thailand di dalam kartu memorinya. Baginya, Meksiko adalah tempat persembunyian yang sempurna dari jeratan ayahnya yang tiran-sampai ia bertemu dengan Dunk Natachai.
Dunk Natachai Boonprasert, seorang mahasiswa Arkeologi yang terobsesi pada sejarah masa lalu, datang ke situs Monte Albán untuk mencari jawaban atas tesisnya. Namun, pertemuannya dengan "turis asing" yang buta bahasa Spanyol itu justru menyeretnya keluar dari zona nyaman akademisnya.
Apa yang dimulai sebagai perjalanan motor melintasi gurun kaktus dan situs kuno, dengan cepat berubah menjadi pelarian maut saat masa lalu Joong mulai menyusul mereka. Dari puncak Mirador yang dihantam badai hingga dermaga terpencil di Puerto Escondido, mereka harus memilih-menyerah pada realita yang menghimpit, atau mempertaruhkan mimpi masing-masing demi cinta yang baru saja bersemi.
Antara aroma mezcal yang tajam, melodi gitar Spanyol yang melankolis, dan janji di bawah langit Barcelona-bisakah Matahari dan Rembulan tetap bersinar di langit yang sama tanpa harus saling menjauh?
"Nat, di Meksiko ada pepatah: 'Amor de lejos, amor de pendejos' (Cinta jarak jauh itu konyol). Tapi bagaimana jika kita bahkan tidak tahu ke mana kita akan pergi setelah musim gugur ini berakhir?" - Joong Archen Aydin, di bawah lampu neon Zipolite.
---
100% fiction
bxb
homophobic? jangan salah lapak ya🤗